Jet Tempur NATO Tembak Jatuh Drone Asing Diduga Rusia Masuk Latvia

1 jam yang lalu 2

Jakarta, CNN Indonesia --

Jet tempur misi Patroli Udara Baltik Pakta Pertahanan Negara Atlantik Utara (NATO) menembak jatuh drone asing yang menyusup masuk wilayah udara Latvia pada Jumat (14/8).

Militer Latvia menyatakan drone itu masuk ke wilayah udara mereka sebegai dampak "perang elektromagnetik Rusia".

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Juru bicara NATO mengatakan aliansi tersebut langsung meluncurkan penyelidikan terkait drone asing ini, yang terjadi di tengah meningkatnya kekhawatiran di Eropa mengenai aktivitas drone Rusia yang makin sering terjadi.

Kementerian Pertahanan Latvia mengonfirmasi kepada AFP bahwa ini merupakan kali kedua sebuah drone ditembak jatuh di wilayah udara Latvia.

"Selama agresi Rusia di Ukraina berlanjut, kemungkinan terulangnya kasus di mana drone asing memasuki atau mendekati wilayah udara Latvia tetap ada," demikian pernyataan militer Latvia, dikutip Euro News.

Militer, lanjut mereka, mengerahkan unit pertahanan udara tambahan ke perbatasan timur Latvia dan akan terus memantau wilayah udara.

Ancaman wilayah udara yang sempat diidentifikasi di kota Augšdaugava, Preiļi, Rēzekne, Balvi, dan Alūksne.

Militer patroli udara Baltik NATO melibatkan penempatan pasukan secara bergantian setiap empat bulan sekali.

Drone nyasar ke Latvia meningkat setelah Rusia melancarkan invasi ke Ukraina pada Februari 2022 lalu.

Selain di Latvia, drone juga kerap memasuki wilayah udara Rumania. Pekan lalu, militer Rumania menembak jatuh tiga pesawat nirawak hanya dalam tiga hari.

Kantor Kejaksaan Agung Rumania menetapkan setidaknya satu dari drone yang dicegat adalah jenis Shahed. Para pejabat menuduh drone tersebut digunakan pasukan Rusia dalam perang melawan Ukraina.

Para penyelam militer Rumania juga menghancurkan dua drone tipe Gerbera di Laut Hitam pada Selasa, dekat proyek gas Neptun Deep.

Pada Juni lalu, drone laut Ukraina meledak di pelabuhan Constanta, Rumania, setelah militer Ukraina mengatakan bahwa drone tersebut menyimpang dari jalur penerbangannya akibat gangguan peperangan elektronik Rusia.

Drone lain meledak di dekat stasiun kompresor pipa gas Trans-Balkan di Bulgaria pekan lalu.

(isa/rds)

placeholder

Baca Artikel Selengkapnya