Jet tempur JF-17.
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Azerbaijan resmi mengoperasikan pesawat tempur JF-17 Thunder Block III, jet tempur generasi 4/4,5 yang dikembangkan bersama China dan Pakistan. Kehadiran pesawat ini menandai babak baru modernisasi Angkatan Udara Azerbaijan sekaligus menjadi kontrak ekspor pertahanan terbesar dalam sejarah Pakistan.
Kementerian Pertahanan Azerbaijan pada pekan ini mengonfirmasi penerimaan pesawat tempur tersebut. Dalam video resmi yang dirilis Senin (7/7), terlihat dua unit JF-17 Block III berkursi tunggal dengan nomor ekor 24-501 dan 24-502 bergerak di landasan sebelum lepas landas.
Pemerintah Azerbaijan belum mengungkap lokasi pangkalan operasional pesawat tersebut. Namun, lembaga analisis pertahanan Janes memperkirakan JF-17 akan ditempatkan di Pangkalan Udara Nasosnaya, dekat Kota Sumqayit di pesisir Laut Kaspia.
Menurut Janes, pangkalan tersebut baru-baru ini menjalani modernisasi dan menjadi pusat utama operasi Angkatan Udara serta Angkatan Pertahanan Udara Azerbaijan. Fasilitas yang dibangun pada era Uni Soviet itu selama ini berfungsi sebagai basis pencegatan udara dan patroli tempur nasional.
Azerbaijan awalnya memesan 16 unit JF-17 pada pertengahan 2025. Namun, pesanan kemudian ditingkatkan menjadi 40 unit melalui kontrak senilai sekitar 4,6 miliar dolar AS. Nilai tersebut juga mencakup sekitar 2 miliar dolar AS untuk kerja sama industri dan investasi infrastruktur pertahanan.
Pengadaan itu merupakan bagian dari program modernisasi militer Azerbaijan sekaligus menggantikan armada MiG-29 Fulcrum peninggalan era Soviet yang telah lama menjadi tulang punggung angkatan udaranya.
Janes juga mencatat bahwa setiap JF-17 Azerbaijan membawa tulisan "Jaguar" dalam aksara Latin serta gambar kepala jaguar pada sirip ekor, yang diduga menjadi lambang skuadron tempur pengoperasinya.
JF-17 Thunder, yang juga dikenal sebagai FC-1 Xiaolong, dikembangkan bersama Chengdu Aircraft Corporation (CAC) dari China dan Pakistan Aeronautical Complex (PAC). Program tersebut dirancang untuk menghadirkan pesawat tempur multiperan modern dengan biaya lebih terjangkau dibandingkan jet tempur Barat maupun Rusia, khususnya bagi negara-negara berkembang.

3 minggu yang lalu
22







English (US) ·
Indonesian (ID) ·