Jaksa UEA Gambarkan Insiden Flydubai sebagai Serangan Teroris

1 jam yang lalu 2

Jakarta, CNN Indonesia --

Pihak berwenang Uni Emirat Arab (UEA) menggambarkan insiden pembajakan penerbangan Flydubai FZ1073 sebagai 'serangan teroris'.

Hal tersebut disampaikan oleh Jaksa Agung UEA Hamad Saif Al Shamsi pada Sabtu (3/10). Ini merupakan komentar pertama dari pihak berwenang UEA yang menggambarkan insiden tersebut sebagai serangan teroris.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Melansir Reuters, kopilot tersebut teridentifikasi sebagai Hammam al-Hammami, seorang warga negara Oman. Namun, hingga kini pihak UEA masih enggan memberikan keterangan detail mengenai identitasnya.

"Kopilot menyerang pilot di dalam kokpit dengan kapak dan mencoba mengambil alih kendali pesawat," ujar Al Shamsi. Kapak darurat sendiri biasanya disimpan di kokpit untuk digunakan saat keadaan darurat, seperti kecelakaan.

Hingga saat ini, investigasi masih terus berlangsung untuk menentukan detail kronologi, motif, dan segala hal yang terkait dengan insiden tersebut. UEA sendiri memegang kendali atas investigasi yang berjalan.

Diberitakan sebelumnya, upaya 'pembajakan' pesawat terjadi dalam penerbangan flydubai FZ1073 dari Dubai (UEA) ke Tel Aviv (Israel) pada Rabu (30/9). Pilot Kapten Smit Machchhar diserang oleh kopilot di dalam kokpit.

Setelah berhasil keluar dan membuka pintu kokpit, penumpang dan awak kabin meringkus kopilot yang melakukan penyerangan. Kendali pesawat kemudian diambil alih oleh seorang pilot cadangan dan berhasil mendarat darurat di Bandara Tabuk, Arab Saudi.

Seorang pejabat Israel juga sempat mengatakan bahwa negaranya akan ikut turun dalam proses investigasi. Israel dikabarkan akan ikut menginterogasi kopilot yang terkait.

Sebelumnya, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu juga mengatakan bahwa pihaknya tengah menyelidiki apakah ada pihak tertentu yang berada di balik pembajakan tersebut.

(asr)

Baca Artikel Selengkapnya