Iran Eksekusi Mati Demonstran Anti-pemerintah

58 menit yang lalu 2

Jakarta, CNN Indonesia --

Pemerintah Iran menyatakan telah mengeksekusi mati seorang pria yang terbukti bersalah atas serangkaian tuduhan terkait aksi demonstrasi besar-besaran yang terjadi di negara tersebut beberapa waktu lalu pada Sabtu (3/10). Pria tersebut dituduh telah menembakkan senjata standar militer ke arah kepolisian saat unjuk rasa anti-pemerintah pada Januari 2026.

Pria bernama Siavash Jamshidi itu dituduh mengincar aparat keamanan dalam demonstrasi besar-besaran yang merenggut ribuan nyawa tersebut.

"Jamshidi dijatuhi hukuman mati atas tuduhan moharebeh karena mengacungkan dan menembakkan senjata api, serta melakukan konspirasi dan pemufakatan jahat terhadap keamanan nasional," kata badan peradilan Iran, melansir AFP, Sabtu (3/10).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Istilah hukum 'moharebeh' yang disampaikan badan peradilan itu memiliki makna 'berperang melawan Tuhan'.

Situs resmi milik lembaga peradilan, Mizan Online, menyebutkan bahwa Jamshidi juga dinyatakan bersalah atas sejumlah tindak pidana lain yang tidak berkaitan langsung dengan protes, seperti penipuan, pengancaman, pencurian, serta kepemilikan dan penguasaan senjata standar militer secara ilegal.

Tuduhan lainnya mencakup "keterlibatan dalam penculikan, mengacungkan senjata untuk menakut-nakuti, dan sengaja melukai fisik orang lain."

Mizan menyampaikan bahwa Jamshidi bersikap "aktif" selama gelombang demonstrasi. Aksi protes ini awalnya dipicu oleh kemarahan warga atas tingginya biaya hidup pada Desember tahun lalu, sebelum akhirnya memuncak menjadi unjuk rasa raksasa pada 8 dan 9 Januari.

Pemerintah Iran melaporkan lebih dari 3.000 tewas dalam kerusuhan tersebut. Pemerintah Iran juga menuding kekerasan yang terjadi merupakan aksi teror yang didalangi oleh Amerika Serikat dan Israel.

Namun, sejumlah LSM luar negeri menegaskan bahwa aparat keamanan Iran-lah yang melepaskan tembakan ke arah para pengunjuk rasa.

Presiden AS Donald Trump saat itu sempat mengancam akan melakukan intervensi militer ke Iran. Beberapa minggu setelahnya, pada akhir Februari, Amerika Serikat dan Israel meluncurkan serangan bersama ke wilayah Iran, yang kemudian memicu pecahnya perang di Timur Tengah.

Sejak peristiwa tersebut, gelombang penangkapan dan eksekusi mati di Iran makin meluas, baik yang berkaitan dengan perang maupun aksi protes.

Sepanjang tahun 2025, Iran telah mengeksekusi setidaknya 1.639 orang. Menurut LSM Iran Human Rights dan Together Against the Death Penalty, angka ini menjadi yang tertinggi dalam satu tahun sejak 1989.

Amnesty International juga mencatat bahwa Iran menjadi negara yang paling banyak menjalankan eksekusi mati di dunia setelah China.

(dmi)

Baca Artikel Selengkapnya