Jakarta (ANTARA) - Menteri Luar Negeri Republik Indonesia (Menlu RI) Sugiono mengajak komunitas internasional untuk memprioritaskan upaya perdamaian yang dapat menghasilkan perubahan nyata bagi masyarakat Palestina, terutama di tengah situasi Gaza yang terus memburuk.
“Kita berkomitmen untuk tegaknya perdamaian, tetapi rakyat Palestina belum melihat perubahan nyata. Dalam jangka pendek, yang mereka butuhkan adalah mengalirnya bantuan kemanusiaan, gencatan senjata, dan berhentinya pembunuhan di Gaza,” ujar Sugiono dalam keterangan resmi Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI yang diterima di Jakarta pada Selasa.
Menlu menyatakan Indonesia berkomitmen untuk terus melakukan pendekatan dengan berbagai mitra demi kemajuan proses perdamaian di Palestina.
Menurut Menlu, partisipasi aktif masyarakat Palestina menjadi salah satu aspek utama agar perdamaian yang berkelanjutan dapat terwujud.
Sugiono pun mendorong sejumlah negara anggota Group of Eight Arab and Islamic Countries yang terdiri atas Indonesia, Arab Saudi, Mesir, Yordania, Qatar, Uni Emirat Arab, Turkiye, dan Pakistan untuk terus menyuarakan dukungan yang tegas bagi perdamaian Palestina.
Baca juga: Sugiono tiba di New York, siap berpidato di Sidang Majelis Umum PBB
“Kita harus menyampaikan pesan yang kuat. Kita ingin melihat bahwa upaya yang kita lakukan benar-benar menghasilkan kemajuan dan perubahan bagi rakyat Palestina,” jelas dia.
Menlu RI hadir dalam Pertemuan Tingkat Menteri Group of Eight Arab and Islamic Countries di New York, Amerika Serikat, pada Senin (21/9) waktu setempat.
Agenda tersebut merupakan kelanjutan dari koordinasi kedelapan negara tersebut yang diinisiasi di sela-sela rangkaian Sidang ke-80 Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada 2025 untuk mencari langkah konkret penyelesaian konflik di Palestina.
Group of Eight Arab and Islamic Countries pun terus memperkuat koordinasi dalam penyelesaian isu tersebut dengan sejumlah mitra, termasuk Amerika Serikat, guna menjaga momentum diplomatik dan mendorong langkah bersama menuju perdamaian di Gaza.
Sugiono merupakan ketua delegasi Indonesia untuk rangkaian Sidang Ke-81 Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang digelar pekan ini.
Dia dijadwalkan untuk menyampaikan pernyataan nasional Indonesia dalam sesi Debat Umum Sidang Majelis Umum PBB pada Sabtu (26/9) malam waktu setempat.
Sejumlah topik yang akan disampaikan antara lain pandangan Indonesia terhadap berbagai perkembangan dan tantangan global serta komitmen Indonesia terhadap multilateralisme, konsensus di tengah tantangan global, dan kepentingan negara berkembang.
Baca juga: Dubes Palestina terharu atas dukungan Presiden-masyarakat Indonesia
Pewarta: Uyu Septiyati Liman
Editor: Bayu Prasetyo
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.







English (US) ·
Indonesian (ID) ·