Jakarta (ANTARA) - Presiden Direktur & CEO PT Indonesia Infrastructure Finance (IIF) Rizki Pribadi Hasan menyatakan pihaknya resmi memperoleh status Accredited Entity (AE) dari Green Climate Fund (GCF) per 1 Juli 2026, yang akan memperluas akses terhadap sumber pendanaan global.
GCF merupakan dana iklim terbesar di dunia yang dibentuk di bawah United Nations Framework Convention on Climate Change (UNFCCC).
"Perolehan status Accredited Entity dari Green Climate Fund merupakan langkah strategis bagi IIF untuk memperluas akses terhadap sumber pendanaan global. Akreditasi ini memperkuat kapasitas kami dalam menyediakan solusi pembiayaan yang lebih inovatif dan terintegrasi bagi nasabah dan mitra, guna membantu percepatan pembangunan infrastruktur berkelanjutan yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan lingkungan," ujar Rizki dalam keterangan resminya di Jakarta, Kamis.
Sebagai Accredited Entity, lanjutnya, IIF kini dapat mengakses pendanaan GCF hingga 250 juta dolar AS per proposal untuk instrumen pinjaman dan penjaminan, serta hingga 50 juta dolar AS per proposal untuk instrumen penyertaan modal.
Akses ini memungkinkan IIF untuk mengembangkan struktur pembiayaan yang inovatif, termasuk skema blended finance, guna meningkatkan kelayakan proyek dan mempercepat implementasi proyek infrastruktur hijau yang mendukung agenda pembangunan berkelanjutan Indonesia.
Menurut Rizki, akreditasi ini akan memperkuat kemampuan IIF dalam memberikan solusi yang lebih komprehensif bagi nasabah dan mitra proyek infrastruktur.
"Pencapaian ini merupakan pengakuan internasional atas kerangka tata kelola IIF yang kokoh, kapasitas kelembagaan, standar fidusia, sistem pengelolaan risiko lingkungan dan sosial, serta komitmen terhadap kesetaraan gender dalam mendukung pembangunan infrastruktur berkelanjutan di Indonesia," katanya.
Lebih lanjut, capaian ini dinilai sejalan dengan kinerja bisnis IIF yang solid sepanjang tahun 2026.
Hingga Agustus 2026, IIF telah membukukan 9 transaksi pembiayaan baru dengan total nilai Rp3,2 triliun di sektor-sektor strategis, meliputi kesehatan, kepelabuhanan dan logistik, energi terbarukan, telekomunikasi dan pusat data, serta pengelolaan limbah dan air.
Pada semester I 2026, IIF juga memperoleh delapan mandat advisory baru, termasuk keterlibatannya dalam program Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL)/Waste-to-Energy (WTE).
Melihat sisi pendanaan, IIF disebut semakin memperkuat struktur pendanaannya melalui fasilitas pinjaman sebesar 30 juta dolar AS, fasilitas Term Loan & Treasury Line sebesar Rp500 miliar, serta penerbitan Penawaran Umum Berkelanjutan Obligasi Perpetual Tahap I sebesar Rp220 miliar.
Selain capaian bisnis, IIF juga mendapatkan pengakuan melalui sejumlah penghargaan bergengsi. Mulai dari penghargaan Cybersecurity Innovation Award pada ajang Asian Banking and Finance FinTech Awards 2026 atas komitmen dalam memperkuat ketahanan siber dan keamanan digital.
IIF memperoleh pula pengakuan internasional dengan masuk dalam daftar shortlisted untuk kategori In-House General Counsel Award pada The Asia Legal Awards 2026, yang mencerminkan kekuatan fungsi hukum dan praktik tata kelola perusahaan dalam mendukung pertumbuhan bisnis berkelanjutan.
"Capaian yang diraih sepanjang tahun ini menunjukkan bahwa permintaan terhadap solusi pembiayaan dan advisory berkelanjutan terus meningkat. Dengan dukungan dari para pemegang saham, regulator, lembaga keuangan, investor, dan mitra strategis, kami akan terus memperkuat peran IIF sebagai mitra pembangunan yang menjembatani kebutuhan infrastruktur Indonesia dengan sumber pendanaan dan keahlian global," ungkap dia.
Baca juga: IIF bukukan aset Rp15 triliun dan pembiayaan baru Rp2,5 triliun
Baca juga: IIF himpun pendanaan Rp655,5 miliar untuk infrastruktur berkelanjutan
Baca juga: IIF gandeng Arkora Hydro dukung pembiayaan energi hijau lewat Sukuk
Pewarta: M Baqir Idrus Alatas
Editor: Kelik Dewanto
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.







English (US) ·
Indonesian (ID) ·