Jakarta, CNN Indonesia --
Milisi Houthi Yaman memperingatkan semua bandara di Arab Saudi menjadi target serangan, kecuali Mekkah dan Madinah.
Juru bicara Houthi Yahya Saree menyampaikan pernyataan itu di X pada Senin (12/10) usai milisi itu menggempur Bandara Internasional King Khalid, Riyadh.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami ulangi peringatan kami ke seluruh maskapai penerbangan dunia, pegawai, serta penumpang dari seluruh dunia tentang bahaya mengoperasikan penerbangan ke bandara-bandara Saudi," kata Saree.
Dia lalu berujar, "Karena bandara-bandara itu tak aman kecuali bandara-bandara dan wilayah udara kawasan suci di Mekkah Al Mukaramah dan Madinah Al Munawwarah."
Saree juga meminta semua pihak menanggapi peringatan tersebut secara serius. Dia menyebut Saudi bertanggung jawab atas kegagalan pencegahan serangan tersebut.
Otoritas Saudi sempat menangguhkan operasional bandara di Riyadh pada Minggu (11/10) pascaserangan Houthi. Penutupan operasional bandara itu kemudian diperpanjang hingga Sabtu, 17 Oktober.
Dalam beberapa hari terakhir, Houthi menggempur sejumlah wilayah Saudi termasuk bandara internasional. Imbas serangan ini sejumlah jemaah umrah menjadi korban, di mana 13 orang tewas dan ratusan orang terluka.
Rentetan serangan itu memicu kecaman dari komunitas dan organisasi internasional yang meminta semua pihak menahan diri dan mengedepankan dialog.
Houthi dan Saudi bertempur sejak beberapa bulan lalu. Perang ini berkobar di tengah perang Amerika Serikat dan Iran.
(isa/dna)

1 jam yang lalu
3






English (US) ·
Indonesian (ID) ·