Jakarta, CNN Indonesia --
Koalisi pimpinan Arab Saudi melancarkan "operasi komprehensif" terhadap situs-situs militer Houthi Yaman sebagai balasan atas serangkaian serangan baru-baru ini yang menyasar target sipil Saudi termasuk dua bandara.
Dalam sebuah pernyataan yang diunggah di X pada Kamis (8/10), juru bicara koalisi Saudi, Mayor Jenderal Turki Al Maliki mengatakan pihaknya telah menghancurkan 82 target di wilayah Saada, Hodeidah, Al Jawf, dan Marib, Yaman.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia mengatakan target-target tersebut mencakup 11 lokasi penyimpanan rudal balistik yang berada di kawasan pegunungan Saada, serta pusat komando dan kendali, sistem komunikasi, depot rudal dan senjata, serta lokasi berkumpul.
Dikutip Al Jazeera, Al Maliki mengatakan operasi tersebut dilakukan menyusul serangan Houthi yang menargetkan Bandara Internasional King Khalid di Riyadh dan Bandara Internasional Abha di wilayah barat daya negara itu.
Ia menambahkan bahwa serangan terhadap fasilitas sipil "tidak akan dibiarkan tanpa hukuman."
koalisi Saudi juga mengeklaim berhasil menghancurkan platform pelontar rudal balistik milik Houthi yang digunakan untuk menyerang kedua bandara tersebut.
"Operasi penghancuran berlangsung di Ibu Kota Yaman, Sanaa, saat musuh melakukan serangkaian serangan terhadap Kerajaan," ucap juru bicara koalisi Saudi, Kolonel Turki Al Maliki, di X.
Aksi saling serang antara Saudi vs Houthi makin intense di saat perang antara Amerika Serikat vs Iran sejak Februari lalu juga belum rampung.
Terbaru, Houthi melancarkan serangan udara terpisah terhadap dua bandara Saudi, Abha International Airpot, dan King Khalid International Airport di Riyadh pada Selasa (6/10) dan Rabu (7/10).
Serangan itu menewaskan tiga orang dan melukai lebih dari 30 orang lainnya.
Putra Mahkota Saudi, Pangeran Mohamed bin Salman (MbS), dilaporkan sampai meminta bantuan AS untuk melawan milisi Houthi Yaman yang makin beringas menyerang negaranya.
MbS dilaporkan sampai dua kali berbicara langsung dengan Trump untuk meminta bantuan militer AS melawan Houthi Yaman.
Menteri Pertahanan Arab Saudi Khalid bin Salman juga turut membujuk AS melalui mitranya, Menhan AS Pete Hegseth. Khalid meminta AS melakukan serangan militer untuk membela Saudi dari gempuran Houthi.
Namun, semua permintaan Saudi tersebut ditolak AS.
Menurut sumber Al Jazeera, penolakan AS ini muncul karena posisi resmi pemerintahan Trump saat ini adalah fokus tertuju pada perang mereka sendiri dengan Iran.
Akibatnya, satu-satunya bentuk dukungan yang diberikan AS kepada Arab Saudi sejauh ini adalah bantuan yang bersifat terbatas dan terarah, serta dukungan intelijen saja.
Padahal, Saudi merupakan salah satu sekutu terdekat AS di Timur Tengah selain Israel dan negara Arab lainnya.
(rds)

1 jam yang lalu
3






English (US) ·
Indonesian (ID) ·