Hasil Investigasi Teror di Pangkalan Militer Inggris: Ada Bensin

24 menit yang lalu 2

Jakarta, CNN Indonesia --

Kepolisian antiteror Inggris menemukan bensin di sekitar Royal Air Force (RAF) Fairford menyusul dugaan serangan bom di pangkalan udara itu pada pekan lalu.

Polisi sudah melakukan penyelidikan dan pemeriksaan menyeluruh di sekitar lokasi kejadian usai menerima laporan warga soal kendaraan mencurigakan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kendaraan-kendaraan itu telah menjalani pemeriksaan menyeluruh dan kami bisa pastikan tak ditemukan alat peledak rakitan," kata Kepala Kepolisian Kontra Terorisme Nasional Laurence Taylor, dikutip AFP, Selasa (29/9).

Dia lalu berujar, "Namun, sejumlah bensin berhasil disita."

Salah satu rekaman dari mobil van menunjukkan van-van itu berisi tong. Satu di antaranya menggunakan logo dan nomor telepon palsu yang mirip perusahaan pengiriman solar.

[Gambas:Video CNN]

Taylor juga memahami bahwa perkembangan tersebut pasti mengejutkan banyak orang.

"Tapi saya ingin menegaskan kembali ini adalah keputusan investigasi," ujar dia.

Pembaruan terbaru ini memperkuat beberapa teori bahwa orang-orang tersebut mungkin mencuri bahan bakar, seiring dengan harga bahan bakar minyak yang melambung di Inggris.

Heboh-heboh di pangkalan udara Inggris bermula saat Kepolisian Gloucestershire menerima laporan mengenai "tiga kendaraan mencurigakan" yang tampaknya menuju pangkalan udara Fairford pada Minggu dini hari.

Polisi lalu mengerahkan petugas dan menangkap lima orang yang dengan tuduhan penggunaan bahan peledak hingga merencanakan aksi terorisme. Kelima orang tersebut semuanya warga negara Inggris dari wilayah London, berusia antara 23 hingga 25 tahun.

Namun, Inggris membebaskan mereka dengan jaminan dan melanjutkan ke tahap penyelidikan.

Presiden Amerika Serikat Donald Trump sempat murka dengan keputusan Inggris mengingat pangkalan tersebut juga digunakan pasukan AS dan NATO.

(isa/bac)

Baca Artikel Selengkapnya