Jakarta, NU Online
Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) resmi menutup operasi pencarian dan pertolongan (SAR) Kapal Motor Penumpang (KMP) Virgo Transport 8 pada Rabu (4/11/2026). Keputusan tersebut diambil setelah pencarian selama 53 hari tidak membuahkan hasil untuk menemukan seluruh korban. Sebanyak 53 orang masih dinyatakan hilang.
Kepala Kantor SAR Kelas A Banjarmasin selaku Search and Rescue Mission Coordinator (SMC), I Putu Sudayana, mengatakan penutupan operasi dilakukan setelah evaluasi bersama seluruh unsur yang terlibat dalam pencarian.
“Jadi sekali lagi, operasi SAR dengan pengerahan unsur yang maksimal terhadap KMP Virgo Transport 8, hari ini Rabu, 4 November 2026, kita tutup,” ujarnya dalam Konferensi Pers Evaluasi dan Penutupan Operasi SAR KMP Virgo Transport 8 yang digelar secara daring, Rabu (4/11/2026) malam.
Ia menjelaskan, selama 53 hari pencarian, Basarnas telah mengerahkan berbagai unsur dengan tiga metode, yakni pencarian melalui udara, permukaan laut, dan bawah permukaan air.
“Kita juga sudah melaksanakan tiga metode pencarian. Metode pencarian melalui udara yang dilaksanakan oleh pesawat, helikopter maupun pesawat Boeing dan Cessna yang kita gerakkan,” katanya.
Pencarian di permukaan laut melibatkan kapal perang Republik Indonesia (KRI), kapal Basarnas, kapal perhubungan, serta kapal-kapal perusahaan. Sementara itu, pencarian bawah permukaan air dilakukan melalui penyelaman oleh tim gabungan.
“Kemudian pencarian di atas permukaan laut menggunakan KRI, menggunakan kapal Basarnas, kapal dari perhubungan dan kapal-kapal dari perusahaan-perusahaan yang memang bisa kita gerakkan. Kemudian pencarian yang ketiga adalah pencarian di bawah permukaan air dengan penyelaman yang dilaksanakan oleh tim selam gabungan,” tuturnya.
Selain itu, penyisiran dilakukan di sepanjang pesisir Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, hingga Kalimantan Barat. Pencarian juga mencakup wilayah perairan dan pulau-pulau tidak berpenghuni di sekitar kawasan tersebut.
“Semua metode pencarian itu kita laksanakan, kita kombinasikan,” ujar I Putu.
Meski berbagai upaya telah dilakukan, hasil evaluasi selama 53 hari menunjukkan tidak ada lagi tanda-tanda keberadaan korban yang dapat ditemukan.
“Sudah kita laksanakan dari hasil evaluasi pencarian yang kita laksanakan selama 53 hari ya tidak ada tanda-tanda korban ditemukan lagi. Hasil evaluasi bersama maka proses SAR ini kita tutup,” ungkapnya.
I Putu menegaskan, Basarnas tetap membuka kemungkinan untuk mengaktifkan kembali operasi SAR apabila ditemukan tanda-tanda keberadaan korban atau terdapat upaya pengangkatan bangkai kapal.
“Kalau memang ada tanda-tanda korban ditemukan dan operasi atau pengangkatan kapal itu bisa dilaksanakan maka operasi SAR ini akan kita buka kembali,” ujarnya.
Berdasarkan manifes kapal hingga Rabu (4/11/2026), KMP Virgo Transport 8 mengangkut 243 orang. Dari jumlah tersebut, sebanyak 108 orang dinyatakan selamat, 82 orang meninggal dunia, dan 53 orang lainnya masih belum ditemukan.

4 jam yang lalu
3



English (US) ·
Indonesian (ID) ·