Hamas Komitmen Perjanjian Damai Gaza, Israel Tolak Draf Board of Peace

1 jam yang lalu 1

Jakarta, CNN Indonesia --

Kelompok pejuang kemerdekaan Palestina, Hamas, mengonfirmasi kepada Board of Peace bentukan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump bahwa pihak mereka tetap berkomitmen menjalankan tahap terbaru dari rencana perdamaian, yang mencakup penyerahan senjata kepada komite pemerintahan baru Palestina di Jalur Gaza.

"Hamas dan faksi-faksi lainnya telah mengonfirmasi kepada para mediator mengenai kesiapan kami untuk mulai mengimplementasikan kesepakatan dan melangkah ke fase kedua, dengan syarat mendapatkan persetujuan Israel dan Israel juga mulai menjalankan kesepakatan tersebut," ujar seorang pejabat Hamas kepada AFP.

"Hamas mendesak pemerintah AS untuk menggunakan pengaruhnya menekan Israel agar mematuhi kesepakatan dan segera bergerak ke fase kedua," lanjut pejabat yang enggan disebutkan namanya tersebut.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pernyataan ini muncul di tengah sikap ragu pemerintah Israel. Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menuturkan bahwa pihaknya belum menyetujui "draf"
yang diajukan oleh Board of Peace.

Netanyahu saat ini menghadapi tekanan politik dalam negeri menjelang pemilu ketat pada Oktober mendatang serta penolakan keras dari basis pendukung sayap kanannya terhadap kesepakatan Gaza.

Pekan lalu, Donald Trump sempat menyambut baik kesediaan Hamas untuk melucuti senjata di bawah skema rencana damai tersebut. Sebagai imbalannya, Board of Peace menyatakan Israel akan melakukan penarikan pasukan secara bertahap dari sebagian besar wilayah Gaza.

Namun, usai melakukan pertemuan dengan Perwakilan Tinggi Board of Peace untuk Gaza, Nickolay Mladenov, sikap Israel melunak. Mladenov menyebut penarikan pasukan Israel baru akan dilakukan setelah proses perlucutan senjata oleh Hamas selesai secara penuh.

Militer Israel (IDF) sendiri menegaskan bakal terus menggempur posisi Hamas. Kendati demikian, intensitas operasi militer Israel di Gaza dilaporkan mulai menurun dalam beberapa hari terakhir.

Sejak gencatan senjata yang disokong Trump disepakati pada Oktober tahun lalu, Kementerian Kesehatan Gaza melaporkan sebanyak 1.257 warga Palestina tewas akibat operasi militer Israel. Sementara itu, pihak militer Israel mencatat lima tentara gugur dalam periode yang sama.

(wiw)

[Gambas:Video CNN]

Baca Artikel Selengkapnya