Gubernur BI: Kami akan "all out" jaga stabilitas nilai tukar rupiah

53 menit yang lalu 1
Kami akan all out menjaga stabilitas dari nilai tukar kita

Jakarta (ANTARA) - Gubernur Bank Indonesia (BI) Destry Damayanti menegaskan bahwa pihaknya akan all out menjaga stabilitas nilai tukar rupiah.

“Kita tetap optimis melihat ekonomi kita ini. Kami akan all out menjaga stabilitas dari nilai tukar kita,” ucap dia dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI di Jakarta, Rabu.

Dia menerangkan bahwa kebijakan moneter untuk menjaga stabilitas rupiah tak hanya mengandalkan suku bunga saja (BI-Rate), tetapi juga kebijakan insentif untuk hedging cost menimbang target BI sekarang adalah memperkuat sektor eksternal.

Dalam kaitan ini, BI disebut telah memperluas transaksi underlying pendanaan luar negeri yang dapat memperoleh insentif pengurangan premi bagi Swap Jual Lindung Nilai (Swap Beli Lindung Nilai kepada Bank Indonesia) dan Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF). Semula hanya mencakup transaksi portfolio inflows, menjadi juga termasuk pinjaman luar negeri oleh bank dan foreign direct investment.

Dengan langkah-langkah tersebut, nilai tukar rupiah dinyatakan menguat pada Agustus hingga pertengahan September 2026, meskipun pada perkembangan terakhir mengalami tekanan akibat meningkatnya ketidakpastian kondisi global.

Alhamdulillah hari ini respons market juga bagus, rupiah menguat 55 basis point. Jadi berada di level Rp17.805 (per dolar AS). Jadi, kita akan terus juga, tentunya akan terus memperhatikan pergerakan di market juga,” ungkap Destry.

Selain itu, dia juga menekankan penguatan sinergi dan koordinasi dengan pemerintah untuk menjaga stabilitas kurs rupiah.

“Sekarang tentunya untuk kita mendorong ekspor, tentu itu kita harus berdiskusi dengan pemerintah kira-kira komoditas unggulan apa yang bisa kita dorong ke depan,” ujarnya.

Baca juga: Rupiah menguat terbantu kondisi eksternal yang masih terjaga

Baca juga: BI optimalkan seluruh instrumen moneter untuk perkuat rupiah

Pewarta: M Baqir Idrus Alatas
Editor: Ahmad Wijaya
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Baca Artikel Selengkapnya