Gempa M 5,7 Guncang Jepang Tengah, 24 Orang Terluka

14 menit yang lalu 1

Jakarta, CNN Indonesia --

Gempa bumi berkekuatan magnitudo 5,7 mengguncang wilayah Jepang bagian tengah pada Minggu (8/11) dini hari waktu setempat. Sedikitnya 24 orang di Prefektur Aichi dan Shizuoka dilaporkan mengalami luka-luka akibat gempa tersebut.

Badan Meteorologi Jepang (JMA) melaporkan gempa terjadi pada pukul 01.04 dini hari di Prefektur Shizuoka. JMA juga memastikan tidak ada peringatan tsunami yang dikeluarkan pasca gempa.

Mengutip Japan Times, pihak berwenang di Prefektur Aichi menerima 16 laporan warga yang mengalami luka-luka akibat gempa. Sebagian besar korban dilaporkan mengalami cedera ringan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sementara itu, otoritas di Prefektur Shizuoka melaporkan sedikitnya tiga perempuan harus mendapatkan perawatan medis darurat. Salah satunya merupakan perempuan berusia 90-an yang mengalami cedera bahu setelah terjatuh dari tempat tidurnya akibat guncangan gempa.

Adapun, media lokal Chunichi Shimbun dan Tokai Television secara terpisah melaporkan total sedikitnya 24 orang terluka di kedua prefektur tersebut.

Selain menyebabkan korban luka, gempa juga mengakibatkan kerusakan di sejumlah bangunan. Di Kota Toyohashi, Prefektur Aichi, kaca jendela sebuah dealer mobil dilaporkan pecah.

Sementara itu, sejumlah barang dagangan di sebuah toko buku besar di Kota Toyota berjatuhan dari rak akibat guncangan.

Gempa juga mengganggu layanan transportasi. Sejumlah perjalanan kereta regional mengalami penundaan hingga penghentian sementara pada Minggu pagi, termasuk layanan kereta cepat Shinkansen.

Guncangan gempa disebut terasa hingga Osaka di wilayah barat Jepang. Media lokal melaporkan seorang warga negara asing dilarikan ke rumah sakit setelah terjatuh dari lantai dua apartemennya karena terkejut saat gempa terjadi.

Di luar gempa di Shizuoka, gempa berkekuatan magnitudo 4,3 juga mengguncang wilayah Kumamoto pada pukul 10.53 waktu setempat.
Tidak ada laporan langsung mengenai kerusakan serius atau korban luka akibat gempa kedua tersebut.

(van/mik)

Baca Artikel Selengkapnya