Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan berbicara dalam Debat Umum sesi ke-81 Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di Markas Besar PBB di New York, New York, AS, 22 September 2026.
ISTANBUL — Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan memecat seorang penasihat utamanya pada Ahad lalu sebagai upaya meredakan ketegangan dengan Azerbaijan menyusul perselisihan terkait larangan jilbab, demikian dilaporkan Middle East Eye (MEE), Ahad(25/10/2026).
Oktay Saral, penasihat utama presiden, membenarkan pemberhentian dirinya kepada MEE. “Saya sepenuhnya menghormati keputusan Presiden,”kata dia melalui pesan tertulis.
Informasi yang dihimpun MEE menyebutkan, pemecatan Saral dilakukan untuk memenuhi tuntutan Azerbaijan demi mengakhiri krisis hubungan kedua negara. Padahal, Turki dan Azerbaijan selama ini memiliki ikatan etnis, budaya,agama, dan sejarah yang sangat erat.
Ketegangan bermula saat Azerbaijan memberlakukan larangan jilbab di sekolah dasar dan menengah bulan lalu.Kebijakan tersebut memicu gelombang protes di Turki serta kritik tajam terhadap pemerintah Baku.
Kala itu, Saral turut mengkritik kebijakan tersebut melalui unggahan di media sosial dan mendesak pemerintah Baku untuk mencabut larangan itu.
Pernyataan Saral memancing reaksi keras dari partai berkuasa Azerbaijan, Partai Azerbaijan Baru pimpinan Presiden Ilham Aliyev. Mereka menuding Ankara menunjukkan kecenderungan hegemonik di dunia Islam.
Ankara sendiri saat ini tengah berupaya membujuk Aliyev agar bersedia menghadiri KTT Organisasi Negara-Negara Turkik (OTS) yang akan digelar di Turki pada akhir pekan ini.
Keterangan resmi dari pihak Turki maupun Azerbaijan mengenai pembicaraan telepon kedua pemimpin pada Kamis lalu mengonfirmasi bahwa Erdogan telah mengundang Aliyev. Namun, kedua belah pihak belum memastikan apakah Aliyev akan hadir.
Para pejabat Turki mengkhawatirkan Aliyev akan memboikot KTT tersebut lantaran gusar atas aksi protes di Turki menolak larangan jilbab.

1 jam yang lalu
2





English (US) ·
Indonesian (ID) ·