Eks Bos Intelijen Jerman Ditangkap, Diduga Terkait 2.000 Dokumen Rahasia

1 jam yang lalu 2

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Penangkapan August Hanning, mantan kepala badan intelijen luar negeri Jerman Bundesnachrichtendienst (BND), mengguncang komunitas keamanan negara itu. Pria berusia 80 tahun tersebut ditangkap pada Selasa (6/10/2026) di tengah penyelidikan dugaan spionase, percobaan pengkhianatan, dan penyalahgunaan rahasia negara yang disebut melibatkan sekitar 2.000 dokumen intelijen.

Kejaksaan Federal Jerman mengatakan Hanning ditangkap berdasarkan surat perintah hakim investigasi Mahkamah Federal. Seorang mantan pejabat tinggi BND yang diidentifikasi hanya sebagai Manfred D. juga ditangkap dalam operasi yang sama.

Hanning ditangkap aparat di wilayah Steinfurt, North Rhine-Westphalia. Tagesschau, berdasarkan investigasi WDR, NDR, dan Süddeutsche Zeitung, melaporkan penangkapan berlangsung di kediamannya di Nordwalde dekat Münster, sedangkan Manfred D. ditangkap di Bavaria.

Kejaksaan menyebut terdapat kecurigaan kuat terhadap Hanning atas sejumlah dugaan pelanggaran serius. Perkara itu mencakup dugaan spionase yang membahayakan negara, pencarian atau perolehan rahasia negara, percobaan pengkhianatan, serta kegiatan sebagai agen intelijen.

Namun, perkara tersebut masih berada dalam proses penyidikan. Hanning belum dinyatakan bersalah dan lembaga penegak hukum Jerman belum mengungkap negara atau badan intelijen asing yang diduga menerima informasi darinya.

Reuters melaporkan jaksa menduga Hanning memperoleh dan menggunakan dokumen rahasia untuk membuat setidaknya satu analisis bagi seorang pegawai badan intelijen asing. Hanning juga diduga selama beberapa tahun memberikan informasi politik kepada perwakilan badan intelijen asing lainnya. 

Pertanyaan terbesar kini adalah ke mana informasi sensitif itu mengalir. Nama badan intelijen asing tersebut belum diumumkan secara resmi, sementara Süddeutsche Zeitung yang dikutip Reuters melaporkan Rusia tidak terkait dengan dugaan perkara yang sedang diselidiki.

Dari Kepala BND ke Konsultan Swasta

Hanning bukan sosok biasa dalam struktur keamanan Jerman. Ia memimpin BND dari Desember 1998 hingga November 2005, sebelum kemudian menjadi sekretaris negara di Kementerian Dalam Negeri Federal sampai 2009.

Setelah meninggalkan pemerintahan, Hanning berkegiatan sebagai konsultan swasta. Justru pada periode setelah keluar dari pemerintahan itulah jaksa menduga hubungan antara Hanning dan mantan bawahannya berkembang menjadi saluran informasi rahasia.

Manfred D. pernah menjadi kepala staf Hanning ketika ia memimpin BND dan kemudian bekerja bersamanya di Kementerian Dalam Negeri. Ia selanjutnya kembali memegang posisi penting di lingkungan BND dan memiliki akses luas terhadap dokumen rahasia.

Menurut kejaksaan, kesepakatan antara keduanya diduga bermula pada 2010. Manfred D. kemudian diduga memasok Hanning dengan informasi BND secara berulang dan menerima pembayaran sebagai imbalannya.

Informasi itu disebut terus diberikan setidaknya hingga pertengahan 2022. Jaksa memperkirakan jumlah dokumen yang mengalir kepada Hanning mencapai sekitar 2.000 berkas. Deutschlandfunk

Baca Artikel Selengkapnya