Jakarta (ANTARA) - Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) M Rizal Taufikurahman menilai Merah Putih Bond berpotensi memperdalam pasar keuangan nasional.
“Merah Putih Bond berpotensi memperdalam pasar keuangan apabila benar-benar menciptakan sumber pembiayaan jangka panjang baru di luar Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), kredit perbankan, dan Surat Berharga Negara (SBN),” kata Rizal kepada ANTARA di Jakarta, Kamis.
Menurutnya, instrumen ini dapat menarik dana pensiun, asuransi, investor institusi, hingga dana masyarakat untuk masuk ke proyek strategis dan produktif.
Oleh karena itu, potensi Merah Putih Bond dinilai cukup besar untuk memperkuat kapasitas pembiayaan nasional sekaligus mengurangi ketergantungan pada dana jangka pendek dan pembiayaan eksternal.
Baca juga: Danantara bantah isu orang kaya wajib beli Obligasi Merah Putih
Hanya saja, lanjut dia, pendalaman pasar tidak boleh hanya diukur dari besarnya dana yang berhasil dihimpun. Ukuran yang lebih penting adalah apakah instrumen ini memperluas basis investor, meningkatkan likuiditas pasar sekunder, menurunkan biaya modal, dan benar-benar menambah pembiayaan produktif.
“Jika underlying project tidak jelas, arus kas lemah, dan tata kelola tidak transparan, Merah Putih Bond justru berisiko hanya memindahkan dana dari SBN atau obligasi korporasi lain, sehingga efek pendalaman pasar menjadi semu,” ujarnya menambahkan.
Terkait insentif, Rizal menyebut bentuk yang diberikan sebaiknya berupa tarif pajak kupon yang kompetitif, fasilitas market maker, perlakuan prudensial yang proporsional bagi investor institusi, serta standar transparansi dan pelaporan proyek yang ketat.
Baca juga: Tata kelola dan kualitas proyek jadi penentu dampak Merah Putih Bond
“Namun, pemerintah tidak seharusnya memberikan jaminan terselubung, memaksa BUMN membeli, atau menciptakan privilese berlebihan karena dapat menimbulkan dan berpotensi moral hazard dan kewajiban kontinjensi bagi fiskal,” katanya.
Secara keseluruhan, dia menilai daya tarik instrumen ini pada akhirnya harus ditopang kualitas proyek, kredibilitas penerbit, struktur risiko yang jelas, dan imbal hasil yang sesuai pasar.
Pewarta: Imamatul Silfia
Editor: Zaenal Abidin
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.








English (US) ·
Indonesian (ID) ·