Eisenkot Ditunjuk Buat Pemerintahan Baru, Netanyahu Otomatis Lengser?

22 menit yang lalu 2

Jakarta, CNN Indonesia --

Pemimpin blok oposisi Israel, Gadi Eisenkot, berjanji akan mengerahkan segala upaya membentuk pemerintahan baru setelah Presiden Isaac Herzog menunjuknya untuk menjalankan tugas tersebut, Sabtu (7/11).

"Sekarang saatnya membentuk pemerintahan darurat nasional. Saya akan melakukan segala upaya untuk memastikan bahwa kami layak mengemban tanggung jawab ini," tulis Eisenkot di X dalam tanggapan pertamanya setelah penunjukannya diumumkan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Presiden Herzog resmi menunjuk Eisenkot untuk membentuk pemerintahan baru, mengesampingkan kubu Perdana Menteri petahana Benjamin Netanyahu yang meraih suara terbanyak yakni 53 kursi.

Dalam pemilu Oktober lalu,aliansi partai Eisenkot, Yashyar, dan empat partai lain hanya memperoleh 48 kursi. Sedangkan blok sayap kanan Netanyahu mengamankan 53 kursi.

Meski kubu Netanyahu memperoleh suara lebih banyak, kedua kubu masih belum mencapai ambang batas 61 kursi yang diperlukan untuk memperoleh mayoritas parlemen untuk bisa membentuk pemerintahan.

Sementara itu, partai-partai Arab, yang mewakili warga Palestina di Israel, meraih rekor 19 kursi. Jumlah ini terbesar sejak partai Arab Israel berhasil masuk parlemen Israel Knesset.

Karena itu, Presiden Herzog turun tangan dan meminta Eisenkot lah yang membentuk pemerintahan.

[Gambas:Video CNN]

Apa langkah selanjutnya bagi Eisenkot?

Dengan ditunjuknya Eisenkot oleh Presiden Israel tak menjadikannya otomatis sebagai perdana menteri yang baru dan melengserkan dua dekade rezim Benjamin Netanyahu.

Eisenkot akan memiliki waktu 28 hari dengan kemungkinan perpanjangan 14 hari untuk membentuk koalisi yang menguasai sedikitnya 61 dari 120 kursi Knesset.

Dilansir Al Jazeera, Eisenkot dilaporkan tengah melobi partai-partai mantan koalisi Netanyahu untuk bergabung dengan koalisinya seperti United Torah Judaism dan Shas.

Namun, jika Eisenkot berhasil merangkul dua partai ultra-Ortodoks, pun ia hanya akan memperoleh tepat 61 kursi saja.

Sementara itu, sejauh ini sebanyak 67 anggota parlemen, termasuk dari partai-partai Arab, mendukung EisenkotdanYashar, untuk membentuk pemerintahan berikutnya.

Sementara itu, hanya 46 anggota parlemen yang mendukung Netanyahu.

Eisenkot sendiri telah menutup kemungkinan membentuk pemerintahan bersama partai-partai yang dipimpin Arab, yang padahal bisa memberinya perolehan hingga 67 kursi.

Jika Eisenkot masih gagal membentuk pemerintahan dengan total minimal 61 kursi, ia tetap bisa membentuk pemerintahan baru dan menjadi perdana menteri Israel dengan memenangkan pemungutan suara kepercayaan di parlemen.

Namun, jika Eisenkot juga gagal membentuk pemerintahan dalam batas waktu yang diberikan, Herzog akan menunjuk kandidat lain.

Jika kandidat kedua juga gagal, mayoritas parlemen dapat mendukung kandidat ketiga, yang akan diberikan waktu terakhir selama 14 hari.

Jika sekali lagi tidak ada pemerintahan yang terbentuk, pemilu baru akan digelar lagi dalam waktu 90 hari.

Sampai pemerintah baru bisa dibentuk, Netanyahu akan tetap menjabat sebagai perdana menteri sementara.

(rds)

Baca Artikel Selengkapnya