REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Gelombang pemecatan terhadap personel Biro Investigasi Federal Amerika Serikat (FBI) yang pernah menangani perkara Donald Trump menghadapi perlawanan semakin luas. Asosiasi yang mewakili hampir 12 ribu agen FBI turun mendukung gugatan tiga penyidik yang mengaku dipecat karena keterlibatan mereka dalam penyelidikan upaya Trump membatalkan hasil Pemilihan Presiden AS 2020.
FBI Agents Association menjadi salah satu dari lima pihak luar yang dalam sepekan terakhir mengajukan dokumen pendapat hukum atau amicus brief untuk mendukung Michelle Ball, Jamie Garman, dan Blaire Toleman. Ketiganya menggugat Direktur FBI Kash Patel, FBI, serta Departemen Kehakiman AS setelah diberhentikan pada akhir 2025.
Dukungan tersebut membuat perkara ini melampaui sengketa kepegawaian biasa. Gugatan itu kini menjadi pertarungan mengenai batas kekuasaan politik atas lembaga penegak hukum serta nasib aparat karier yang menjalankan penyelidikan sensitif terhadap presiden atau lingkaran kekuasaannya.
Dalam berkasnya, FBI Agents Association memperingatkan FBI tidak akan mampu menjalankan tugas secara profesional apabila agen harus mempertimbangkan risiko politik sebelum menerima sebuah penugasan yang sah, sebagaimana diberitakan sejumlah media Amerika pada Selasa (6/8/2026).
Para agen, menurut asosiasi tersebut, tidak dapat memilih sendiri perkara yang ingin mereka tangani. Mereka ditempatkan dan dipindahkan berdasarkan kebutuhan biro. Karena itu, menghukum agen atas kasus yang secara resmi ditugaskan kepada mereka dinilai dapat merusak rantai komando sekaligus menciptakan ketakutan di internal FBI.
“FBI tidak dapat berfungsi apabila agen harus memilih antara menerima penugasan sah yang kelak membuatnya dipecat atau menolaknya dan dihukum karena pembangkangan,” demikian inti peringatan asosiasi tersebut.
Asosiasi juga menekankan mekanisme pemeriksaan sebelum pemberhentian dibentuk untuk menjaga FBI tetap independen dan tidak memihak secara politik. Pemecatan tanpa proses hukum yang semestinya, menurut organisasi itu, bukan hanya merugikan agen, tetapi juga dapat membuat masyarakat Amerika semakin tidak aman.
Ancaman terhadap Independensi FBI
Selain FBI Agents Association, dukungan hukum datang dari mantan pejabat senior FBI dan Departemen Kehakiman, akademisi kebebasan berbicara, Lawyers for the Rule of Law, serta Justice Connection, jaringan alumni Departemen Kehakiman.
Berkas-berkas itu secara bersama-sama menggambarkan pemecatan tersebut sebagai bagian dari pembersihan personel yang lebih luas di bawah kepemimpinan Kash Patel. Sasaran pemecatan disebut mencakup pegawai yang pernah menyelidiki Trump atau dipersepsikan tidak sejalan dengan kepentingan pemerintahannya.
Mantan pejabat Departemen Kehakiman memperingatkan langkah tersebut telah menggerus prinsip independensi yang selama sekitar setengah abad menjadi landasan lembaga penegak hukum federal Amerika.

3 jam yang lalu
7







English (US) ·
Indonesian (ID) ·