Jakarta, NU Online
Kementerian Agama telah meluncurkan logo dan tema peringatan Hari Santri 2026. Tema yang diangkat pada tahun ini adalah "Santri Menguatkan Negeri Menuju Indonesia Emas". Pilihan tema ini tidak hanya berbicara tentang peran santri secara individual, tetapi juga tentang kekuatan yang lahir dari kebersamaan.
"Santri, pesantren, masyarakat, dan bangsa merupakan bagian yang saling terhubung dalam satu perjalanan untuk membangun Indonesia yang berkarakter, mandiri, inovatif, dan berdaya saing," demikian dikutip dari Kemenag pada Rabu (23/9/2026).
Adapun konsep logo Hari Santri 2026 ini mengangkat bentuk anyaman atau ikatan sebagai representasi kebersamaan dan persatuan. Garis-garis yang saling terhubung menggambarkan santri dan pesantren yang berpadu dengan masyarakat serta seluruh elemen bangsa.
"Keterikatan tersebut menjadi simbol bahwa kekuatan yang besar lahir ketika setiap unsur saling mendukung, menguatkan, dan bergerak dalam tujuan yang sama," demikian penjelasan yang diterima NU Online.
Bentuk logo yang dinamis mencerminkan semangat kolaborasi, gerak, dan keberlanjutan perjuangan santri dalam menjawab tantangan zaman. Perpaduan warna hijau dan emas merepresentasikan nilai keislaman, pertumbuhan, optimisme, dan cita-cita menuju Indonesia Emas 2045. Sementara bentuk lingkar dan jalinan yang terus bergerak menjadi pesan bahwa perjalanan menuju masa depan merupakan sebuah proses bersama-saling terhubung
Makna logo
Jalinan antarunsur dalam logo merepresentasikan kebersamaan yang melahirkan kekuatan. Sebagaimana filosofi sapu lidi, sesuatu yang berdiri sendiri memiliki keterbatasan, tetapi ketika terhimpun dalam satu ikatan, setiap bagian menjadi kekuatan bagi keseluruhan. Demikian pula santri, pesantren, masyarakat, dan berbagai elemen bangsa dapat menjadi kekuatan yang saling menguatkan ketika bergerak dalam kebersamaan.
Dua lingkaran yang saling menyimpul merepresentasikan dua pijakan kehidupan santri, yaitu beragama dan bernegara. Keduanya tidak berdiri sendiri, melainkan terjalin secara harmonis sebagai satu kesatuan. Nilai keagamaan menjadi landasan moral, sementara kesadaran bernegara menjadi ruang pengabdian untuk memberikan manfaat bagi bangsa.
Adapun penggunaan ketebalan garis yang konsisten menciptakan kesatuan, dan keteraturan dalam dominasi bentuk. Konsistensi ini menggambarkan semangat yang terarah serta nilai-nilai yang tetap teguh dalam perjalanan santri menghadapi perubahan zaman.
Di samping itu, bentuk logo yang simetris merepresentasikan keseimbangan, keselarasan, dan kesepadanan dalam membangun kekuatan bersama. Kesimetrisan menunjukkan bahwa setiap unsur memiliki posisi dan peran yang saling melengkapi, tanpa menghilangkan keberadaan satu sama lain.
Sementara itu, bagian bawah yang menjadi poros menggambarkan pondasi yang mendasar sebagai tempat bertumpunya seluruh elemen. Ia merepresentasikan nilai dan prinsip yang menjadi dasar bagi santri dalam melangkah, sehingga setiap gerak dan kontribusi memiliki arah serta pijakan yang kuat.
Lingkaran paling atas menjadi simbol cita-cita dan tujuan yang hendak dicapai. Bentuknya yang berada pada posisi tertinggi menggambarkan pandangan menuju masa depan, yaitu harapan dan ikhtiar bersama untuk mewujudkan Indonesia Emas 2045.
Selain itu, pilihan warna perpaduan biru toska dan keemasan menghadirkan karakter visual yang segar, optimistis, dan penuh harapan. Biru toska merepresentasikan keterbukaan, ketenangan, dan semangat pembaruan, sedangkan keemasan melambangkan cita-cita, pencapaian, serta arah menuju Indonesia Emas. Keduanya berpadu menggambarkan semangat santri yang terus bertumbuh dalam menghadapi masa depan.
Logo Hari Santri 2026 dapat diunduh di sini.

53 menit yang lalu
2



English (US) ·
Indonesian (ID) ·