Data Terkini Dampak Gempa NTT: 22 Ribu Warga Masih Mengungsi, 1.620 Luka-Luka, 2 Ribu Sekolah Rusak

7 jam yang lalu 2

Jakarta, NU Online

Bencana gempa bumi magnitudo 7,7 yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT) masih menyisakan dampak luas. Ribuan warga belum dapat kembali ke rumah, sementara kerusakan fasilitas publik dan pendidikan mengganggu pemenuhan kebutuhan dasar serta kegiatan belajar mengajar.

Data penanganan darurat BNPB  hingga Jumat (2/10/2026) pukul 09.00 WIB mencatat 1.620 orang mengalami luka-luka dan 22.383 warga masih mengungsi di berbagai titik posko. Dampak gempa mencakup tujuh kabupaten, yakni Manggarai, Manggarai Timur, Manggarai Barat, Sikka, Ende, Ngada, dan Nagekeo.

Di wilayah terdampak, terdapat 163.644 jiwa populasi rentan. Kelompok tersebut terdiri atas 100.716 lansia (62 persen), 37.238 balita (23 persen), 10.101 bayi (6 persen), 5.592 ibu hamil (3 persen), 4.208 ibu menyusui atau nifas (3 persen), 3.736 penyandang disabilitas (2 persen), dan 2.053 orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) (1 persen).

"Kerusakan juga meluas ke fasilitas publik. Sebanyak 157 fasilitas kesehatan, 687 kantor pemerintahan, dan 652 tempat ibadah mengalami kerusakan. Total rumah rusak mencapai 106.703 unit, dengan rincian 5.756 rusak berat, 14.717 rusak sedang, 29.248 rusak ringan, dan 65.810 tidak masuk kriteria," demikian data tersebut.

Sektor pendidikan menghadapi persoalan serius. Data penanganan darurat mencatat 2.147 satuan pendidikan terdampak di tujuh kabupaten. Kondisi ini berdampak pada 261.602 siswa, terdiri atas 135.080 laki-laki dan 126.522 perempuan, serta mengganggu kegiatan 29.997 guru dan tenaga kependidikan.

Dari 13.251 ruang kelas yang terdata, sebanyak 8.353 unit mengalami kerusakan. Rinciannya, 1.991 rusak berat, 3.096 rusak sedang, 2.264 rusak ringan, dan 1.002 rusak total. Hanya 4.898 ruang kelas atau 37 persen yang berada dalam kondisi baik.

Kerusakan sekolah tersebar pada jenjang PAUD sebanyak 441 sekolah, SD 1.066, SMP 428, SMA 129, SMK 73, SLB 4, dan pendidikan kesetaraan 6 sekolah.

Nagekeo menjadi wilayah dengan jumlah sekolah terdampak terbanyak, yakni 413 sekolah, disusul Manggarai 412, Manggarai Timur 354, Manggarai Barat 303, Ngada 285, Ende 207, dan Sikka 173.

Kondisi sekolah yang tidak aman memaksa 1.504 sekolah beralih ke sekolah darurat dan 392 sekolah menerapkan pembelajaran jarak jauh (PJJ). Hanya 35 sekolah yang masih mampu menjalankan pembelajaran tatap muka terbatas.

Di tengah proses pemulihan, kebutuhan ruang kelas darurat mencapai 6.089 unit yang tersebar di 1.388 sekolah.

NU Peduli Terus Salurkan Bantuan

Mengatasi dampak gempa tersebut, NU Peduli NTT menyalurkan bantuan logistik kepada warga terdampak di enam kabupaten.

"Penyaluran dilakukan pada 17, 18, 19, 25, dan 26 September 2026 di Kabupaten Manggarai Timur, Manggarai Barat, Sikka, Ende, Ngada, dan Nagekeo, dengan masing-masing wilayah menerima kurang lebih 300 paket bantuan," kata Ketua NU Peduli NTT, Ajhar Jowe, Kamis (1/10/2026).

Selain bantuan logistik, NU Peduli juga menyalurkan 1.000 makanan siap saji pada 18 dan 19 September 2026.

"Sebanyak 500 makanan siap saji disalurkan kepada warga di Kabupaten Nagekeo, sedangkan 500 lainnya diberikan kepada warga di Kecamatan Sambi Rampas, Kabupaten Manggarai Timur," imbuhnya.

NU Peduli juga memberikan santunan uang tunai kepada keluarga yang rumahnya mengalami kerusakan, termasuk anak-anak dari keluarga dengan rumah yang mengalami kerusakan parah. Pada 18 September 2026, santunan diberikan di Kota Kupang kepada perwakilan tujuh kabupaten terdampak dalam bentuk sembako dan uang tunai.

Baca Artikel Selengkapnya