Dari Ukraina Hingga Iran, 6 Poin Ini Jelaskan Dampak Keterpurukan Trump dari Kekalahan Pemilu

14 menit yang lalu 1

Presiden AS Donald Trump bertolak pergi setelah menyampaikan pidato penutupnya sehari sebelum pemilihan umum paruh waktu di Lincoln Memorial Reflecting Pool, Washington, DC, AS, 2 November 2026.

WASHINGTON-Kekalahan Partai Republik dalam pemilihan paruh waktu Amerika Serikat memicu beragam reaksi dari berbagai negara.

Sebagian pihak yang selama ini berseberangan dengan Presiden Donald Trump menyambut hasil tersebut dengan kepuasan, sementara negara-negara sekutu Washington justru diliputi kekhawatiran.

Di tengah perubahan peta politik di Washington, muncul berbagai pertanyaan mengenai masa depan perang terhadap Iran, harga energi, perdagangan global, serta hubungan Amerika Serikat dengan China, Eropa, dan Ukraina.

The New York Times mengutip sejumlah pejabat dan analis internasional yang menyebut kekalahan Partai Republik hingga kehilangan kendali atas kedua kamar Kongres disambut lega oleh lawan-lawan politik Trump.

Namun, hasil tersebut sekaligus membuka ketidakpastian mengenai arah kebijakan pemerintahan Amerika Serikat pada periode mendatang. Terlebih, Trump masih memiliki kewenangan luas dalam menentukan kebijakan luar negeri.

Berikut enam poin utama untuk memahami dampak internasional dari kekalahan tersebut.

1. Sekutu Amerika yang kecewa terhadap trump ikut merayakan

Sejumlah sekutu tradisional Washington yang hubungannya dengan Trump mengalami ketegangan tidak menyembunyikan kepuasan mereka atas hasil pemilu tersebut.

Menteri Luar Negeri Afrika Selatan Ronald Lamola menyebut kemenangan tersebut sebagai kemenangan bagi demokrasi dan supremasi hukum.

Pernyataan itu muncul di tengah perselisihan antara Pretoria dan Washington, menyusul tuduhan Trump bahwa pemerintah Afrika Selatan melakukan persekusi terhadap warga kulit putih dan merampas tanah mereka.

Baca Artikel Selengkapnya