Daftar Negara Tunda Umrah Buntut Serangan Houthi ke Saudi

1 jam yang lalu 2

Jakarta, CNN Indonesia --

Sejumlah negara memutuskan menunda pelaksanaan perjalanan umrah umat Islam buntut serangan mematikan di bandara Arab Saudi selama beberapa hari terakhir.

Pada akhir pekan lalu, kelompok milisi Houthi Yaman menyerang Bandara Internasional King Khalid di ibu kota Riyadh hingga 13 orang meninggal dunia. Sebanyak 300 lebih lainnya juga dilaporkan luka-luka.

Houthi mulai melancarkan serangan ke Arab Saudi sejak Juli usai bandara di ibu kota Sanaa, Yaman, yang dikuasainya diserang. Houthi menuduh Saudi dalang di balik serangan tersebut.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Konflik kedua pihak pada dasarnya sudah meletus sejak Saudi mengintervensi perang saudara Yaman dan mendukung pemerintah Yaman. Kedua pihak sudah sempat gencatan senjata, namun insiden pada Juli mengobarkan kembali perselisihan.

Berikut daftar negara yang menunda perjalanan umrah.

Malaysia

Pemerintah Malaysia pada Senin (12/10) mengimbau warga untuk menunda pelaksanaan umrah ke Arab Saudi menyusul serangan mematikan di Negeri Minyak.

Menteri Luar Negeri Malaysia Mohamad Hasan mengatakan tidak ada warga Negeri Jiran yang menjadi korban tewas maupun terluka dalam serangan pada 10 Oktober, namun situasi ini telah menimbulkan kekhawatiran akan keamanan.

"Tidak ada insiden di Mekkah, tapi ledakan rudal di Riyadh telah menimbulkan kekhawatiran akan keamanan," kata Mohamad, seperti dikutip Bernama.

Mohamad mengimbau warga Malaysia untuk sementara waktu menghindari perjalanan ke Mekkah dan Madinah, terutama jika bukan hal mendesak.

Singapura

Dewan Urusan Agama Islam Singapura (MUIS) pada Rabu (14/10) juga meminta warga Negeri Singa menunda kegiatan umrah ke Arab Saudi. Permintaan itu disampaikan sesuai nasihat perjalanan terbaru yang dikeluarkan Kementerian Luar Negeri Singapura.

"Kami memahami betapa pentingnya perjalanan Umrah bagi para jemaah dan keluarga. Bagi banyak orang, ini adalah perjalanan iman yang sangat pribadi, yang telah dinantikan, ditabung biayanya, dan dipersiapkan sejak lama. Kami memohon pengertian masyarakat untuk mengambil tindakan pencegahan keselamatan yang diperlukan dan mempertimbangkan untuk menunda perjalanan selama risiko keamanan masih tinggi," demikian pernyataan MUIS.

MUIS menyatakan sedang bekerja sama dengan agen perjalanan umrah guna membantu jemaah menjadwalkan ulang perjalanan mereka.

"Kami menyadari bahwa jemaah mungkin menghadapi implikasi keuangan bukan karena kesalahan mereka sendiri, dan mendesak operator untuk menangani kasus-kasus tersebut dengan hati-hati, adil, dan penuh pengertian," demikian pernyataan MUIS.

Lebih lanjut, MUIS juga mewanti-wanti warga Singapura yang kini berada di Arab Saudi untuk tetap tenang dan mengikuti arahan dari otoritas setempat. MUIS meminta para warga tetap berkontak dengan operator perjalanan serta maskapai penerbangan.

"Saluran bantuan konsuler Singapura tersedia bagi mereka yang membutuhkan bantuan," demikian pernyataan MUIS.

Selain Malaysia dan Singapura, sejumlah negara juga mengeluarkan peringatan perjalanan menuju Arab Saudi imbas serangan ini.

Imbauan Australia, AS, hingga Korsel

Pada Senin, Australia dan Selandia Baru kompak mendesak warganya untuk tidak bepergian ke Negeri Minyak selama kurun waktu ini.

Kedutaan Besar Amerika Serikat (AS) di Riyadh pada Minggu (11/10) juga menyarankan warga mempertimbangkan kembali perjalanan ke kerajaan tersebut.

Kementerian Luar Negeri Kanada, Inggris, dan Korea Selatan secara terpisah juga mengimbau warga menghindari perjalanan yang tidak perlu ke wilayah mana pun di Arab Saudi. Korsel bahkan meminta warganya yang berada di Saudi untuk segera meninggalkan negara tersebut.

Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Indonesia juga telah mengeluarkan imbauan serupa. Meski begitu, Kemenhaj tidak secara resmi mengimbau warga untuk menunda perjalanan umrah.

"Kami meminta jemaah yang belum berangkat untuk terus berkoordinasi dengan penyelenggara perjalanan dan memastikan informasi keberangkatan melalui sumber resmi. Ikuti arahan pemerintah dan jangan ragu meminta penjelasan kepada penyelenggara apabila ada perubahan jadwal atau ketentuan perjalanan," kata juru bicara Kemenhaj Ichsan Marsha.

Ichsan turut meminta agar warga Indonesia yang sedang berada di Arab Saudi untuk menghindari lokasi rawan dan mengikuti arahan otoritas setempat. Warga juga diminta mematuhi aturan yang berlaku dan memprioritaskan keselamatan.

(blq/dna)

Baca Artikel Selengkapnya