Calon Deputi Gubernur BI nilai kepercayaan merupakan modal pertumbuhan

3 minggu yang lalu 8

Jakarta (ANTARA) - Calon Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) M. Anwar Bashori memandang bahwa kepercayaan merupakan modal pertumbuhan, terutama dalam mendorong masuknya investasi untuk memenuhi kebutuhan pembiayaan eksternal.

Dalam pemaparan pada uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test) di Jakarta, Kamis, Anwar menjelaskan bahwa ketika perekonomian Indonesia tumbuh tinggi, kondisi transaksi berjalan (current account) akan ikut terefleksikan. Menurutnya, defisit transaksi berjalan diperkirakan masih terjadi tahun ini dan tahun depan.

Kondisi tersebut menunjukkan bahwa tabungan domestik belum cukup untuk membiayai investasi sehingga Indonesia perlu mengandalkan pembiayaan eksternal, baik melalui foreign direct investment (FDI), investasi portofolio, maupun investasi lainnya.

“Hal inilah yang kenapa dituntut kepercayaan, karena dengan kepercayaan tersebut tentunya supaya investor masuk baik dengan FDI, portofolio investasi, dan other investment untuk mengisi gap daripada current account supaya pertumbuhan ekonomi ke depan tetap terjamin. Sehingga modal dapat mencari peluang, tetapi hanya yang akan menetap ketika kepercayaan terjaga,” kata Anwar.

Ia menyampaikan bahwa pihaknya mendorong sejumlah strategi, salah satunya menjadikan daerah sebagai mesin pertumbuhan ekonomi. Menurutnya, Indonesia akan semakin kuat ketika sumber-sumber pertumbuhan terakselerasi di seluruh daerah.

Upaya pemerintah melalui TP2ED yang dikonsolidasikan dan dikoordinasikan bersama Kantor Perwakilan Dalam Negeri (KPwDN) dinilai dapat mendorong potensi daerah menjadi realisasi investasi sekaligus sumber pertumbuhan baru.

Kemudian, strategi kedua adalah pemberdayaan ekonomi kerakyatan yang inklusif, khususnya melalui peran UMKM di Indonesia.

Anwar mengatakan, meskipun UMKM memiliki peran cukup besar, kontribusinya terhadap ekspor masih sekitar 15 persen. Karena itu, peningkatan daya saing dan keterhubungan dengan rantai nilai global perlu didorong untuk memperkuat peran UMKM dalam pertumbuhan inklusif sekaligus membantu perbaikan transaksi berjalan ke depan.

Adapun strategi ketiga adalah penguatan ekonomi syariah sebagai sumber pertumbuhan ekonomi. Ia menekankan, ekonomi syariah yang dimaksud bukan semata-mata mengenai isu keagamaan, melainkan ekosistem perekonomian nasional.

Selanjutnya, ia menyampaikan pentingnya sistem pembayaran berdaulat. Menurutnya, sistem pembayaran tunai dan non-tunai merupakan komplementer dalam mendukung transaksi ekonomi dan bukan saling menggantikan.

Namun demikian, Undang-Undang Mata Uang mengamanatkan BI untuk menjamin ketersediaan uang rupiah yang berkualitas dan terpercaya di seluruh wilayah NKRI. Berdasarkan survei, Anwar menyebutkan bahwa 77 persen masyarakat Indonesia masih memiliki preferensi menggunakan transaksi tunai.

“Dengan demikian, kami harus bisa membangun kebijakan sistem pembayaran bukan overlapping, namun saling membantu dan saling melakukan koordinasi yang bagus,” kata Anwar.

Terakhir, ia menekankan pentingnya pengembangan sumber daya manusia (SDM). Menurutnya, BI perlu menciptakan sumber daya manusia yang kompeten, profesional, dan berakhlak mulia, dengan integritas sebagai landasan utama.

Filosofi pengembangan SDM tersebut adalah “Memanusiakan Manusia” yang dilakukan melalui 4P, yakni perencanaan, pemenuhan, pengembangan, dan pemeliharaan. Upaya tersebut ditujukan untuk mempertahankan talenta-talenta terbaik, memotivasi, dan meningkatkan keterlibatan pegawai.

Sebagai penutup, Anwar menyampaikan bahwa Indonesia Emas 2045 membutuhkan fondasi stabilitas yang kuat, kepercayaan yang terjaga, kemandirian ekonomi yang semakin kokoh, serta sinergi transformasi yang menjangkau seluruh wilayah Indonesia.

Menurutnya, tema “Dedikasi untuk Negeri” yang ia usung memastikan setiap kebijakan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, sementara “Integritas Tanpa Batas” menjadi landasan agar kepercayaan terhadap BI, rupiah, dan perbankan Indonesia senantiasa terjaga.

“Dengan komitmen kami menguatkan dengan 5M, menjaga kepercayaan, memperkuat ekonomi daerah, mendorong ekonomi inklusif, menjaga kedaulatan rupiah, meningkatkan SDM yang unggul. Itulah makna ‘Dedikasi untuk Negeri: Integritas Tanpa Batas’,” kata Anwar.

Sebagai informasi, M. Anwar Bashori saat ini sebagai Kepala Departemen Pengelolaan Uang sejak 2025. Sebelumnya, Anwar pernah menjabat sebagai Kepala ​Departemen Sumber Daya Manusia (2022-2024) dan Kepala Departemen Ekonomi dan Keuangan Syariah (2016-2022).​

Pada Rabu (26/8), Komisi XI DPR RI juga telah menggelar uji kelayakan dan kepatutan terhadap calon Gubernur BI, yakni Destry Damayanti, serta calon Deputi Gubernur Senior BI, yakni Aida S. Budiman. Baik Destry maupun Aida merupakan calon tunggal untuk posisinya masing-masing berdasarkan Surat Presiden (Surpres) kepada DPR RI.

Baca juga: Calon Deputi Gubernur BI: Trilema keberlanjutan bisa saling memperkuat

Baca juga: Calon DGS BI: Stabilitas makroekonomi jadi kunci pertumbuhan ekonomi

Baca juga: Destry: Sinergi dengan pemerintah bukan berarti BI hilang independensi

Pewarta: Rizka Khaerunnisa
Editor: Faisal Yunianto
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Baca Artikel Selengkapnya