BNPB Sebut 639 Hektare Lahan Masih Terbakar di Enam Provinsi

1 jam yang lalu 1

Jakarta, NU Online

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) seluas 639,23 hektare masih dalam penanganan di enam provinsi. Kebakaran terluas terjadi di kawasan Taman Nasional Tanjung Puting, Kalimantan Tengah, dengan luas mencapai 513,89 hektare.


Kepala BNPB Suharyanto menyampaikan bahwa enam provinsi yang menjadi prioritas penanganan karhutla di lahan gambut meliputi Kalimantan Tengah, Sumatera Selatan, Kalimantan Selatan, Jambi, Kalimantan Barat, dan Riau.


“Untuk provinsi prioritas lahan gambut ada di enam provinsi, Bapak Presiden: Kalimantan Tengah, Sumatera Selatan, Kalimantan Selatan, Jambi, Kalimantan Barat, dan Riau. Untuk hari ini, yang terbakar yang masih ditangani oleh satgas di lapangan, jumlahnya adalah 639,23 hektare,” kata Suharyanto saat melaporkan perkembangan penanganan karhutla kepada Presiden Prabowo Subianto, Senin (12/10/2026).


Ia menjelaskan, kebakaran baru ditemukan di kawasan Taman Nasional Tanjung Puting, Kabupaten Kotawaringin Barat dan Seruyan. Meski terjadi di lahan mineral, bukan lahan gambut, kebakaran tersebut tetap menjadi prioritas penanganan.


“Yang terbesar memang terjadi di Kalimantan Tengah. Kenapa paling besar? Karena baru saja ditemukan kebakaran baru di Taman Nasional Tanjung Puting, Kabupaten Kotawaringin Barat dan Seruyan. Per hari ini ada 513,89 hektare yang terbakar di sana. Meskipun bukan lahan gambut, lahan mineral, tetapi ini menjadi pekerjaan yang segera harus kami lakukan,” ujarnya.


Suharyanto mengatakan, penanganan kebakaran di lapangan dipimpin langsung oleh Pangdam Kalimantan Tengah. BNPB juga menambah personel dan peralatan satuan tugas darat untuk mempercepat pemadaman.


Sementara itu, upaya pemadaman melalui jalur udara masih menghadapi kendala akibat kabut asap tebal yang membatasi jarak pandang. Kondisi tersebut membuat operasi udara belum dapat berjalan optimal.


“Sementara untuk satgas udara kami sudah coba bergerak baik dari Palangkaraya Tjilik Riwut maupun dari Syamsudin Noor Banjarmasin, sementara belum tembus karena visibility yang sangat tebal,” ujarnya.


“Di Kalimantan Tengah ini operasi-operasi udara baik heli water bombing, operasi modifikasi cuaca maupun pesawat komersial sementara tidak dapat terbang karena visibility yang rendah,” lanjutnya.


Presiden Prabowo Subianto menilai penanganan karhutla dalam skala besar diperlukan, termasuk untuk mendukung langkah mitigasi ke depan.


“Jadi kondisi sekarang total di enam provinsi yang masih harus dipadamkan berarti masih terbakar ya adalah 639,23 hektare. Apa benar itu? Tadinya saya mengira masih ratusan ribu, masih puluhan ribu. Ternyata sudah sudah jauh ya. Saya kira ini kalau nggak kita turun tangan secara besar-besaran, nggak bisa. Apalagi nanti kita mau adakan mitigasi kan, ke depan,” ucapnya.

Baca Artikel Selengkapnya