BNI siap perluas dukungan literasi keuangan ke 172 Sekolah Rakyat

1 jam yang lalu 1

Jakarta (ANTARA) - PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI mengatakan akan memperluas program literasi keuangan bertajuk BNI Sahabat Sekolah Rakyat ke 172 Sekolah Rakyat.

Direktur Kelembagaan BNI Eko Setyo Nugroho dalam keterangan tertulis di Jakarta, Sabtu, mengatakan BNI Sahabat Sekolah Rakyat menjadi bagian dari upaya perseroan mendukung pendidikan melalui pembekalan yang praktis dan relevan bagi siswa.

"Melalui kegiatan ini, kami ingin berbagi hal-hal praktis yang dapat bermanfaat bagi siswa, khususnya dalam membangun kebiasaan belajar dan memahami pengelolaan keuangan sejak dini,” kata Eko.

Pada Jumat (25/9), BNI menggelar BNI Sahabat Sekolah Rakyat di Sekolah Rakyat Provinsi Sulawesi Selatan bertajuk 'Mimpi yang Diberi Ruang' yang dirancang untuk memperkaya pengetahuan, keterampilan, dan pengalaman belajar siswa.

Selanjutnya, sepanjang September hingga November 2026, BNI akan memperluas kegiatan guna memperkuat kontribusi perseroan di bidang pendidikan melalui kolaborasi yang langsung menyentuh kebutuhan siswa dan lingkungan sekolah.

Adapun BNI Sahabat Sekolah Rakyat dikembangkan melalui empat pilar, yaitu Cerdas Belajar, Cerdas Mengelola Keuangan, Cerdas Sekolah, dan Peduli Bersama.

Keempat pilar tersebut mencakup penguatan semangat belajar dan potensi siswa, pengenalan pengelolaan keuangan, dukungan terhadap lingkungan sekolah, serta kepedulian terhadap sesama dan lingkungan sekitar.

“Kami berharap ruang belajar dan berbagi ini dapat membantu siswa mengembangkan potensi serta semakin percaya diri dalam meraih cita-citanya," ujar Eko.

Dia menjelaskan upaya BNI tersebut menjadi bagian dari kolaborasi bersama berbagai pihak dalam mendukung penyelenggaraan Sekolah Rakyat, khususnya melalui pembekalan yang dekat dengan kehidupan sehari-hari siswa.

Menteri Sosial Saifullah Yusuf mengatakan penyelenggaraan Sekolah Rakyat merupakan bagian dari upaya membangun kesejahteraan sosial yang membutuhkan kolaborasi berbagai pihak, termasuk dunia usaha dan lembaga keuangan.

"Negara tidak bisa bekerja sendiri. Pengentasan kemiskinan hanya akan berhasil jika seluruh potensi masyarakat ikut berpartisipasi. Di sinilah kehadiran BNI menjadi penting. Dalam sistem kesejahteraan sosial, BNI adalah bagian dari potensi dan sumber kesejahteraan sosial sebagai dunia usaha dan lembaga keuangan yang turut mengambil peran," ujar Saifullah Yusuf.

Pewarta: Imamatul Silfia
Editor: Virna P Setyorini
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Baca Artikel Selengkapnya