Jayapura (ANTARA) - Kantor Perwakilan (KPw) Bank Indonesia (BI) Provinsi Papua mencatat penyaluran kredit perbankan di Papua mencapai Rp23,61 triliun pada triwulan III 2026 atau tumbuh 1,56 persen secara tahunan (year-on-year/yoy).
Kepala Perwakilan BI Provinsi Papua Warsono di Jayapura, Senin mengatakan capaian tersebut meningkat dibandingkan triwulan II 2026 yang mencatat kredit sebesar Rp23,13 triliun dengan pertumbuhan 0,05 persen secara tahunan.
"Perkembangan tersebut menunjukkan adanya perbaikan penyaluran kredit perbankan di Papua dibandingkan triwulan sebelumnya," katanya.
Menurut Warsono, tren positif terlihat di Kota Jayapura dengan penyaluran kredit pada triwulan III 2026 mencapai Rp13,77 triliun atau tumbuh 2,71 persen secara tahunan.
Baca juga: Kredit Kaltim tumbuh 22,8 persen bukti bisnis masih bergantung bank
"Angka tersebut meningkat dibandingkan triwulan II 2026 yang tercatat sebesar Rp13,49 triliun dengan pertumbuhan 1,45 persen secara tahunan," ujarnya.
Dia menjelaskan di sisi lain, nominal transaksi pembayaran digital melalui Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) di Provinsi Papua tercatat Rp526,79 miliar pada awal triwulan III 2026.
"Untuk transaksi QRIS di Kota Jayapura juga yang mengalami peningkatan menjadi Rp370,27 miliar pada awal triwulan III 2026 dari Rp329,65 miliar pada periode sebelumnya,"katanya lagi.
Dia menambahkan dengan perkembangan kredit dan transaksi digital tersebut menggambarkan dinamika layanan keuangan di Papua, dengan penyaluran kredit yang meningkat serta penggunaan QRIS yang tumbuh di Kota Jayapura.
Baca juga: OJK sebut pertumbuhan kredit perbankan tertinggi 10 tahun terakhir
Pewarta: Qadri Pratiwi
Editor: Zaenal Abidin
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.







English (US) ·
Indonesian (ID) ·