BEI tekankan pentingnya literasi seiring meningkatnya jumlah investor

1 jam yang lalu 5
Pertumbuhan jumlah investor harus berjalan seiring dengan peningkatan pemahaman dan ketahanan investor

Jakarta (ANTARA) - PT Bursa Efek Indonesia (BEI) menekankan pentingnya penguatan literasi keuangan di tengah pertumbuhan jumlah investor pasar modal Indonesia yang telah melampaui 32,4 juta Single Investor Identification (SID), terutama dari kalangan generasi muda yang memanfaatkan platform digital.

Direktur Keuangan, Sumber Daya Manusia, dan Umum BEI, Umi Kulsum mengatakan bahwa peningkatan jumlah investor perlu diimbangi dengan pemahaman yang memadai mengenai manfaat, risiko, serta keamanan dalam berinvestasi supaya masyarakat mampu mengambil keputusan secara rasional.

"Pertumbuhan jumlah investor harus berjalan seiring dengan peningkatan pemahaman dan ketahanan investor," ujar Umi dalam acara Ring the Bell for Financial Literacy 2026 di Main Hall BEI, Jakarta, Rabu.

Menurut dia, keterbukaan akses investasi melalui platform digital memberikan peluang bagi masyarakat untuk berpartisipasi di pasar modal Indonesia, namun kemudahan tersebut juga perlu disertai kewaspadaan terhadap penipuan dan berbagai modus investasi ilegal.

Dalam kegiatan yang bagian dari kampanye global World Investor Week tersebut, BEI mengusung tema Stay Smart, Stay Alert, Stay Resilient atau menjadi cerdas, waspada, dan tangguh dalam berinvestasi.

Umi mengungkapkan, kampanye tahunan yang diinisiasi oleh International Organization of Securities Commissions (IOSCO) sejak tahun 2017 tersebut melibatkan Bursa Efek dari berbagai negara untuk meningkatkan literasi sekaligus memperkuat perlindungan investor.

Ia melanjutkan, investor yang cerdas tidak hanya memahami cara membeli produk investasi, namun juga mengetahui manfaat dan risiko dari instrumen yang dipilih.

Sementara itu, investor yang waspada perlu memverifikasi informasi dan menjaga keamanan data pribadi, khususnya di tengah perkembangan ekosistem digital.

Adapun ketahanan investor, lanjutnya, tercermin dari kedisiplinan dalam menjalankan strategi investasi serta kemampuan menghindari keputusan impulsif ketika kondisi pasar mengalami gejolak.

“Investor yang tangguh tetap disiplin serta tidak mengambil keputusan secara impulsif ketika pasar sedang berfluktuasi,” kata Umi.

BEI bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Self-Regulatory Organization (SRO), Anggota Bursa (AB), serta pemangku kepentingan lainnya terus memperluas edukasi pasar modal ke berbagai wilayah di Indonesia.

Upaya tersebut ditujukan agar peningkatan akses masyarakat terhadap investasi berjalan beriringan dengan kemampuan memahami risiko dan menyesuaikan keputusan investasi dengan profil risiko masing-masing.

Sebagai bagian dari kegiatan literasi keuangan tersebut, BEI juga menggelar diskusi bersama sejumlah narasumber, termasuk perencana keuangan dan kreator konten, untuk memberikan pemahaman praktis mengenai pengelolaan keuangan, keamanan investasi, serta kewaspadaan terhadap penipuan.

Melalui kegiatan itu, BEI berharap masyarakat tidak hanya semakin tertarik berinvestasi, tetapi juga memiliki bekal pengetahuan yang cukup untuk melindungi diri dan menjaga keberlanjutan keputusan investasinya.

Baca juga: BEI: Tata kelola emiten kunci jaga kepercayaan 32,4 juta investor

Baca juga: OJK: Skor tata kelola emiten Indonesia terus naik dalam penilaian ACGS

Pewarta: Muhammad Heriyanto
Editor: Ahmad Buchori
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Baca Artikel Selengkapnya