Jakarta, NU Online
Kekeringan yang melanda sejumlah wilayah Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah, berdampak pada pemenuhan kebutuhan dasar warga. Kesulitan memperoleh air bersih juga dirasakan masyarakat di sejumlah wilayah Kecamatan Wadaslintang. Kondisi tersebut mendorong Barisan Ansor Serbaguna (Banser) ikut menyalurkan bantuan air bersih kepada warga terdampak.
Wakil Ketua Bidang Sosial dan Pemberdayaan Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor (PC GP Ansor) Wonosobo, Wahab Abdillah, menyampaikan bahwa pihaknya telah menyalurkan 1.000 liter air bersih pada September 2026 kepada warga di dua dusun.
“Pada tanggal 13 dan 24 September 2026, kami menyalurkan 1.000 liter untuk warga terdampak kekeringan. Pada tanggal 24, di Dusun Menggora, Desa Trimulyo, Kecamatan Wadaslintang, sedangkan tanggal 13, di Dusun Pecekelan, Desa Kumejing, Kecamatan Wadaslintang,” kata Wahab kepada NU Online, Rabu (30/9/2026).
Ia menyampaikan bahwa penyaluran air bersih dilakukan setelah kader Ansor yang berada di wilayah tersebut melaporkan kondisi kesulitan air yang dialami warga.
“Untuk bulan September ini, kami ke dua dusun itu karena kader kami yang di sana melaporkan airnya sangat sulit sekali, sehari hanya keluar air sedikit dan ada juga yang keluar airnya itu kotor, kayak banyak pasirnya atau warnanya keruh cokelat jadi tidak layak untuk digunakan memasak ataupun minum,” ujarnya.
Wahab mengatakan bantuan tidak hanya berupa air bersih. Banser Tanggap Bencana (Bagana) juga menyampaikan sosialisasi kepada masyarakat dalam menghadapi bencana kekeringan.
“Selain kami memberikan air bersih, kami juga menyampaikan edukasi melalui sosialisasi dalam menghadapi bencana kekeringan ini,” katanya.
Ia menyampaikan bahwa penyaluran berikutnya direncanakan pada awal Oktober di Kecamatan Kaliwiro yang meliputi enam desa, yakni Desa Trimulyo, Somogede, Kaligowong, Kumejing, Ngaliyan, dan Kalidadap, serta di Desa Ngadisono, Kecamatan Kaliworo.
Dalam penyaluran air bersih, Banser berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Wonosobo agar pembagian kepada warga terdampak dapat berlangsung secara merata.
“Penyaluran air bersih ini juga kami berkoordinasi dengan BPBD Wonosobo, supaya pembagian air bersih ke warga terdampak merata,” ucapnya.
Wahab mengatakan wilayah rumah warga yang berada di lereng dekat Gunung Sumbing menjadi kawasan yang paling terdampak ketika memasuki musim kemarau. Krisis air tersebut turut memukul sektor pertanian karena mayoritas warga bekerja sebagai petani.
“Mereka menyampaikan kalau hasil panennya lebih sedikit karena tanamannya kering bahkan ada yang gagal panen karena tidak bisa menyiram tanamannya,” pungkasnya.

1 jam yang lalu
1




English (US) ·
Indonesian (ID) ·