Bank Mandiri catat transaksi digital tumbuh 22 persen per September

1 jam yang lalu 5

Jakarta (ANTARA) - PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. mencatat transaksi digital melalui layanan Livin’ by Mandiri tumbuh 22 persen secara tahunan (year-on-year/yoy) pada periode Januari-September 2026.

“Livin’ by Mandiri telah memiliki 42,6 juta pengguna terdaftar per September 2026. Sepanjang Januari–September 2026, Livin’ mencatat 4,18 miliar transaksi senilai Rp3.863 triliun, masing-masing tumbuh 22 persen dan 20 persen yoy,” kata Direktur Information Technology Bank Mandiri Sunarto dalam Paparan Publik Laporan Keuangan Triwulan III 2026 PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, secara daring di Jakarta, Jumat.

Ia mengatakan, layanan digital Bank Mandiri dikembangkan dengan berlandaskan customer experience melalui kerangka yang mengintegrasikan berbagai kebutuhan nasabah dalam satu aplikasi.

Cakupannya meliputi kebutuhan menabung (Save Money), bertransaksi (Move Money), memperoleh pembiayaan (Borrow Money), hingga berinvestasi (Grow Money), serta solusi gaya hidup yang terhubung dengan ekosistem Bank Mandiri.

Pengembangan tersebut diwujudkan melalui tujuh fitur terbaru, yaitu QR+, e-Deposito, Livin’ Next-G+, Kredit Agunan Deposito, Kredit Agunan SBN, KSM Emas, dan Tabungan Emas.

Selain penambahan fitur, Livin’ by Mandiri juga menghadirkan personalisasi melalui pengaturan fitur, widget, pilihan penyedia layanan pembayaran, serta notifikasi agar nasabah dapat mengakses layanan sesuai kebutuhan.

Untuk nasabah bisnis, Sunarto mengatakan Kopra by Mandiri memiliki 406 ribu pengguna terdaftar. Sepanjang Januari–September 2026, nilai transaksinya mencapai Rp22.801 triliun, tumbuh 17 persen yoy.

Selama ini, Kopra telah menjadi platform andalan nasabah bisnis dalam mengelola transaksi perbankan melalui desktop.

Untuk menjawab kebutuhan dan mobilitas nasabah yang terus berkembang, Bank Mandiri menghadirkan Kopra Mobile dengan tampilan dan pengalaman transaksi baru yang memungkinkan nasabah bertransaksi kapan saja dan di mana saja.

Berbagai kebutuhan utama operasional bisnis kini terintegrasi langsung dalam genggaman, mulai dari pemantauan saldo hingga eksekusi transaksi dan otorisasi pembayaran, dilengkapi onboarding melalui verifikasi biometrik Face Recognition serta integrasi Mobile Token.

“Bagi kami, layanan digital harus memberikan pengalaman transaksi yang mudah dan nyaman, dengan tetap mengutamakan keamanan serta keandalan sistem. Karena itu, aspek keamanan dan kemudahan penggunaan menjadi bagian penting dalam setiap pengembangan layanan,” ujar Sunarto.

Baca juga: Bank Mandiri sebut layanan bullion perluas akses investasi emas

Baca juga: BI pastikan penurunan GWM 2 persen tak picu likuiditas berlebihan

Baca juga: Bank Mandiri catat pertumbuhan laba 20,7 persen per September 2026

Pewarta: Arnidhya Nur Zhafira
Editor: Faisal Yunianto
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Baca Artikel Selengkapnya