Palangka Raya, Kalteng (ANTARA) - Bank Kalteng mencatatkan laba bersih sebesar Rp240,41 miliar per 31 Juli 2026 atau tumbuh 4,80 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.
"Kinerja hingga Juli 2026 menunjukkan fundamental Bank Kalteng tetap sehat dan resilience (tangguh)," ujar Direktur Utama Bank Kalteng Maslipansyah di Palangka Raya, Kalteng, Jumat.
Adapun kinerja tersebut ditopang oleh pertumbuhan kredit dua digit, pengendalian biaya operasional yang konsisten, serta struktur permodalan yang kuat.
Penyaluran kredit dan pembiayaan Bank Kalteng mencapai Rp12,51 triliun, tumbuh 11,68 persen secara tahunan atau year-on-year (y-o-y).
Pertumbuhan tersebut terutama bersumber dari kredit investasi yang naik 16,16 persen dan kredit konsumtif yang tumbuh 18,27 persen.
Capaian ini menunjukkan fungsi intermediasi Bank Kalteng tetap berjalan kuat sekaligus mencerminkan kemampuan perseroan menjaga pertumbuhan bisnis di tengah dinamika ekonomi.
Kemudian, dari sisi permodalan, modal inti Bank Kalteng tercatat sebesar Rp3,74 triliun atau tumbuh 8,17 persen secara tahunan.
Rasio kecukupan modal (capital adequacy ratio/CAR) berada pada level 42,34 persen, jauh melampaui ketentuan minimum yang ditetapkan regulator.
Posisi permodalan tersebut memberikan ruang yang luas bagi perseroan untuk melanjutkan ekspansi bisnis secara sehat dan berkelanjutan.
Maslipansyah menjelaskan di tengah dinamika ekonomi yang terus berkembang, Bank Kalteng masih mampu mencatatkan pertumbuhan laba, menjaga kredit tumbuh dua digit, mengendalikan biaya operasional, serta mempertahankan permodalan yang sangat kuat.
"Bagi kami, capaian ini bukan hanya tentang pertumbuhan, tetapi juga kemampuan Bank Kalteng menjaga kualitas kinerja secara berkelanjutan," sebutnya.
Pewarta: Muhammad Arif Hidayat
Editor: Kelik Dewanto
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.







English (US) ·
Indonesian (ID) ·