Jakarta (ANTARA) - PT Bank Aladin Syariah Tbk membukukan laba bersih sebesar Rp38,3 miliar hingga kuartal II 2026 dengan total aset mencapai Rp15,1 triliun dan lebih dari 3,9 juta nasabah terdaftar.
Direktur Bank Aladin Syariah Arief Satrio Putra mengatakan jumlah nasabah tersebut menjadi peluang sekaligus tanggung jawab perseroan untuk memperluas akses terhadap layanan keuangan syariah.
"Hingga kuartal II 2026, kami telah melayani lebih dari 3,9 juta nasabah terdaftar. Skala ini merupakan peluang sekaligus tanggung jawab bagi kami untuk terus memperluas akses dan menghadirkan layanan keuangan syariah yang semakin mudah dijangkau," kata Arief dalam keterangan resmi yang diterima di Jakarta, Jumat.
Menurut dia, pengembangan layanan digital perlu diarahkan agar teknologi tidak hanya mempermudah transaksi, tetapi juga memperluas akses masyarakat terhadap layanan perbankan syariah.
"Bagi kami, inovasi bukan hanya tentang menghadirkan teknologi, tetapi bagaimana teknologi dapat memperluas akses, membuat layanan syariah semakin mudah dijangkau dan relevan dengan kebutuhan sehari-hari, serta memberikan manfaat yang nyata bagi nasabah," ujarnya.
Untuk memperluas jangkauan layanan, perseroan mengembangkan integrasi layanan perbankan dengan sejumlah ekosistem digital serta menghubungkan akses digital dan fisik melalui jaringan mitranya.
Bank Aladin Syariah menyebut layanan perbankannya dapat diakses melalui lebih dari 25.000 gerai Alfa Group di seluruh Indonesia.
Perseroan juga mengembangkan layanan bank as a service (BaaS) untuk mengintegrasikan kapabilitas perbankan syariah dengan platform digital mitra.
Sebelumnya, perseroan pada Juli 2026 mencatat laba bersih Rp23,3 miliar hingga kuartal I 2026 dengan total aset Rp15,1 triliun. Pada periode tersebut, jumlah nasabah aktif tumbuh 30,17 persen secara tahunan (year-on-year/yoy).
Perkembangan kinerja perseroan berlangsung di tengah pertumbuhan industri perbankan syariah nasional. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat pembiayaan perbankan syariah tumbuh 11,09 persen yoy hingga Juni 2026.
Sementara, berdasarkan data OJK hingga Maret 2026, aset industri perbankan syariah mencapai Rp1.061,61 triliun atau tumbuh 10,49 persen yoy.
Pembiayaan mencapai Rp716,40 triliun dan dana pihak ketiga Rp811,76 triliun.
Lebih lanjut, Arief mengatakan perseroan akan melanjutkan penguatan layanan dan kerja sama untuk memperluas jangkauan perbankan syariah digital.
"Ke depan, kami akan terus memperkuat inovasi dan kolaborasi dalam membangun ekosistem perbankan syariah digital yang semakin mudah diakses, terhubung dengan aktivitas sehari-hari, dan mampu memberikan manfaat yang lebih luas bagi nasabah serta masyarakat," ucap dia.
Baca juga: Bank Aladin Syariah bantu pembangunan ruang kelas SD Muhammadiyah 09
Baca juga: Laba Bank Aladin Syariah capai Rp23,3 miliar hingga kuartal I 2026
Baca juga: Bank Aladin Syariah bukukan laba Rp150,7 miliar pada 2025
Pewarta: Aria Ananda
Editor: Kelik Dewanto
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.







English (US) ·
Indonesian (ID) ·