Jakarta, CNN Indonesia --
Banjir dan tanah longsor di Filipina telah menewaskan 12 orang dan melukai 13 orang. Sebanyak delapan orang sementara itu dilaporkan masih hilang.
Dewan Nasional Pengurangan dan Manajemen Risiko Bencana menyatakan lebih dari setengah juta orang di 33 provinsi terdampak oleh bencana akibat hujan deras ini.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ratusan rumah dan infrastruktur juga tercatat rusak, sehingga sekitar 98 ribu orang mengungsi.
Laurence Mina dari Kantor Pertahanan Sipil mengatakan puluhan ribu orang dievakuasi ke ratusan tempat penampungan darurat yang dikelola pemerintah.
Korban tewas sebagian besar terjadi di Provinsi Benguet, Rizal, dan Batangas, yang terletak di pulau utama Luzon.
Di kota pegunungan Baguio, empat orang tewas dan enam lainnya hilang setelah tanah longsor menimbun sejumlah rumah. Pencarian korban hingga kini masih berlanjut meskipun hujan lebat turun.
Presiden Filipina Ferdinand Marcos Jr. alias Bongbong pada Senin menginstruksikan pegawai negeri untuk bekerja dari rumah dan sekolah-sekolah menerapkan pembelajaran alternatif.
Menurut coastguard, operasional 20 pelabuhan di Filipina tengah dan timur saat ini dihentikan.
Dilansir dari South China Morning Post (SCMP) , badan meteorologi Filipina memperkirakan hujan lebat masih akan mengguyur selama beberapa waktu ke depan.
(blq/dna)

1 jam yang lalu
1







English (US) ·
Indonesian (ID) ·