Banjir Lumajang, Malang, Deli Serdang; Ribuan KK Terdampak

3 jam yang lalu 1

Jakarta, NU Online

Banjir melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Lumajang dan Malang, Jawa Timur, serta Kabupaten Deli Serdang, Sumatra Utara. Hujan berintensitas tinggi memicu luapan sungai, tanggul jebol, hingga erosi tepian sungai. Peristiwa tersebut berdampak pada ribuan kepala keluarga (KK), sementara puluhan warga terpaksa mengungsi.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Berton Suar Pelita Panjaitan menyampaikan bahwa penanganan banjir di sejumlah daerah tersebut telah dilakukan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat.

Di Kabupaten Lumajang, hujan berintensitas tinggi yang terjadi pada 1 hingga 2 November 2026 sampai pukul 22.00 WIB memicu luapan sungai, tanggul jebol, tanah longsor, dan pohon tumbang. Dampaknya tersebar di tiga kecamatan, yakni Pasirian, Jatiroto, dan Tempursari, yang mencakup delapan desa.

Delapan desa tersebut meliputi Gondoruso, Rojopolo, Purorejo, Tempursari, Bulurejo, Punorejo, Kaliuling, dan Pundungsari.

“Berdasarkan pendataan sementara, sekitar 1.417 kepala keluarga (KK) dan 1.417 unit rumah terdampak. Bencana juga berdampak pada akses jalan, jaringan listrik, serta lahan pertanian,” katanya di Jakarta, Selasa (3/11/2026).

Berton mengatakan, Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kabupaten Lumajang telah melakukan penanganan dan pendataan di sejumlah lokasi. Petugas juga membuka akses jalan yang terdampak longsor pada jalur tembus Tamansari hingga Iburaja.

Sementara itu, banjir di Kabupaten Malang melanda empat kecamatan pada Senin (2/11/2026), yakni Ampelgading, Bantur, Pagelaran, dan Sumbermanjing Wetan (Sumawe). Lima desa terdampak, yaitu Tirtomoyo, Lebakharjo, Bantur, Kademangan, dan Klepu.

“Bencana tersebut berdampak pada sekitar 43 KK, 43 unit rumah, dua warung, empat akses jalan, serta menyebabkan satu unit jembatan rusak,” kata Berton.

Ia menyampaikan bahwa TRC BPBD Kabupaten Malang telah melakukan asesmen dan berkoordinasi dengan perangkat desa setempat. Meski air telah surut dan akses jalan sudah dapat dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat, petugas masih melakukan penanganan di lokasi.

“Petugas masih melakukan pembersihan material banjir. Kebutuhan yang diperlukan dalam penanganan antara lain alat berat dan truk tangki,” ujarnya.

Adapun di Kabupaten Deli Serdang, banjir dipicu hujan berintensitas tinggi pada Kamis (29/10/2026) sekitar pukul 01.45 WIB. Meningkatnya debit Sungai Ular menyebabkan air meluap dan mengikis dinding tepian sungai di Desa Bandar Kuala, Kecamatan Galang.

Berton mengatakan, banjir tersebut berdampak pada sekitar 11 unit rumah. Sebanyak 13 KK atau 51 jiwa terpaksa mengungsi di tenda yang didirikan Brigif 7/RR maupun di rumah kerabat.

“Berdasarkan pemantauan hingga Senin (2/11/2026), kondisi banjir telah surut,” tuturnya.

BNPB mengimbau masyarakat untuk tetap mewaspadai potensi banjir dengan memantau prakiraan cuaca dan peringatan dini yang dikeluarkan BMKG.

“Bersihkan saluran air, selokan, dan talang rumah agar aliran air tidak tersumbat dan menyebabkan genangan, pangkas dahan atau ranting pohon yang terlalu lebat, rapuh, atau berada dekat dengan kabel listrik dan bangunan, pahami jalur evakuasi dan siapkan tas siaga bencana yang berisi kebutuhan darurat untuk tiga hari,” ucap Berton.

Baca Artikel Selengkapnya