Bagaimana China Manfaatkan Perang Iran dan Terkurasnya Kekuatan Militer Amerika Serikat?

42 menit yang lalu 3

Seorang wanita berjalan di depan reklame raksasa yang menampilkan ilustrasi terbakarnya kapal-kapal di Selat Hormuz, Senin (14/9/2026). Tertulis di reklame tersebut,

REPUBLIKA.CO.ID, DOHA— China tidak terlibat secara langsung dalam perang Amerika Serikat dan Israel melawan Iran. Namun, Beijing mampu memanfaatkan dampak konflik tersebut, baik dari sisi militer maupun ekonomi.

Laporan Aljazeera, dikutip Senin (12/10/2026, mengulas bagaimana perang itu membuka peluang bagi China untuk memantau kemampuan militer Amerika Serikat, memperkuat ketahanan energi, dan memperluas penggunaan mata uang yuan dalam transaksi perdagangan.

Peluang tersebut muncul di tengah terkurasnya sumber daya militer Amerika Serikat dan memburuknya kondisi ekonomi Iran.

Laporan tersebut mengidentifikasi tiga jalur utama yang memberikan keuntungan bagi China, yaitu memanfaatkan informasi dari citra satelit, mengambil keuntungan dari posisinya sebagai pembeli terbesar minyak Iran, serta memanfaatkan gejolak pasar energi untuk memperkuat cadangan dan mengurangi kerentanan ekonominya terhadap guncangan eksternal.

Meski demikian, keuntungan tersebut bukan berarti China keluar dari perang tanpa kerugian dan risiko.

Gangguan pelayaran di Selat Hormuz serta pengetatan blokade terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran telah memperumit pasokan energi dan meningkatkan biaya untuk mendapatkannya.

Laporan The Wall Street Journal yang diterbitkan pada September 2026, dengan mengutip sejumlah pejabat Amerika Serikat, mengungkapkan bahwa Iran memperoleh citra satelit beresolusi tinggi dari Pangkalan Udara Muwaffaq Salti di Yordania sebelum melancarkan serangan rudal pada 17 Juli. Serangan tersebut menewaskan tiga tentara Amerika Serikat dan melukai empat lainnya.

Menurut para pejabat tersebut, mereka mengaitkan citra satelit itu dengan serangan Iran. Namun, mereka tidak secara langsung menuduh pemerintah China terlibat dalam serangan tersebut dan tidak mengungkap pihak-pihak China yang menyediakan citra itu.

Kasus ini menunjukkan semakin pentingnya informasi satelit komersial dalam peperangan modern. Citra satelit memungkinkan pihak yang memilikinya memantau posisi pesawat, fasilitas militer, pergerakan pasukan, serta kerusakan setelah serangan.

Baca Artikel Selengkapnya