Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu saat menghadiri pemakaman Senator AS Lindsey Graham di Washington DC, Selasa (28/2/2026).
REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON -- Keretakan dilaporkan mulai terjadi antara Amerika Serikat (AS) dan Israel seiiring tekan Washington agar Tel Aviv menurunkan tensi konflik di Gaza, Lebanon dan Iran. Hal itu diungkap dalam laporan Channel 13 dilansir Anadolu, Senin (10/8/2026).
Channel 13 mengutip seorang sumber yang mengatakan bahwa Kepala Pusat Komando AS (CENTCOM) Laksamana Brad Cooper berkunjung ke Israel pada Sabtu (8/8/2026) dan mengirim pesan bahwa Washington menginginkan kemajuan menuju "penutupan tiga front." Desakan Washington itu mengekspose adanya perbedaan soal bagaimana Israel mempersiapkan penarikan militernya dari luar wilayah Israel di sekitar kawasan Timur Tengah.
Menurut laporan itu, pejabat militer Israel kepada CENTCOM mengatakan, Israel berniat mempertahankan kebebasan aksi militer mereka terhadap Iran jika Teheran melanjutkan pengembangan program nuklir atau membangun kembali kapabilitas rudal balistik.
Di Lebanon, Washington mendesak penarikan lebih jauh militer Israel dari posisinya sekarang di zona keamanan di daerah selatan. Sementara di Gaza, AS mendorong kemajuan implementasi kesepakatan gencatan senjata dan pengerahan sebuah pasukan multinasional yang saat ini terdiri dari ratusan prajurit dari Maroko dan Uganda.
Pejabat militer Israel juga dilaporkan keberatan terhadap para pengambil keputusan politik atas permintaan AS agar Israel menghentikan sementara pembunuhan dan mengurangi operasi di Gaza. Channel 13 melaporkan bahwa tuntutan-tuntutan AS itu tidak secara eksplisit muncul dalam proposal yang saat ini tengah dibahas oleh pihak terkait.
Seorang pejabat senior militer Israel dikutip Channel 13, mengatakan bahwa, pesan dari Washington kepada kepemimpinan keamanan Israel belakangan adalah untuk "menuju pada penutupan tiga front."
Laporan Channel 13 muncul bersamaan dengan isyarat dari Presiden AS Donald Trump pada Ahad (10/8/2026), bahwa Washington mulai saat ini mengambil pendekatan menahan diri terhadap Iran.
"Kami merahasiakannya," kata Trump kepada Axios, sambil menambahkan bahwa AS sekarang "hanya (berstatus) semi-negosiasi)" dengan Iran sambil mengamati dengan seksama tekanan ekonomi terhadap negara itu.
"Kami sedang menyaksikan Iran dengan inflasi luar biasanya dan fakta bahwa mereka tidak punya uang," kata Trump, yang mensinyalkan bahwa Washington bersiap untuk bergantung pada tekanan ekonomi yang meningkat daripada melancarkan serangan militer secara segera.

2 jam yang lalu
1







English (US) ·
Indonesian (ID) ·