Jakarta, CNN Indonesia --
Sejumlah kapal perang Rusia dari Armada Pasifik yakni frigate Marshal Shaposhnikov, tanker Pechenga, dan destroyer Admiral Tributs berlabuh di dermaga Tanjung Priok, Jakata Utara, pekan ini.
Kapal-kapal perang Negara Beruang Merah itu ternyata telah berada di sana sejak tengah pekan ini hingga Sabtu (4/10) hari ini.
Komandan detasemen kapal Armada Pasifik Rusia, Laksamana Muda Evgeny Myasoedov, mengatakan bahwa kunjungan kapal angkatan laut Rusia bertujuan untuk mempererat hubungan persahabatan antara Indonesia dan Rusia.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Agenda kami tidak hanya mencakup unjuk kemampuan kapal bagi masyarakat Indonesia, tetapi juga pertukaran profesional dengan personel angkatan laut, kegiatan budaya, serta pengenalan terhadap berbagai objek wisata dan tradisi," kata Myaseodov dalam taklimat media di Jakarta, Jumat (2/10) dikutip dari Antara.
Detasemen kapal Armada Pasifik Rusia: kapal frigate Marshal Shaposhnikov, kapal tanker Pechenga, dan kapal destroyer Admiral Tributs berlabuh di Tanjung Priok, Indonesia pada 30 September - 4 Oktober dan menyelenggarakan "Open Ship Day" untuk publik pada 2 Oktober.
Terkait "Open Ship Day", Myasoedov mengaku tidak menduga pengunjung akan datang sebanyak itu. Hari tersebut, katanya, sangat padat, dan awak kapal telah bersiap dengan cermat untuk menyambut warga Indonesia.
Selain itu, Laksamana Muda itu mengutip pernyataan Presiden RI Prabowo Subianto yang menyebutkan bahwa Samudra Pasifik tidak memisahkan, melainkan saling menyatukan kedua negara.
Menurutnya, kunjungan detasemen kapal Angkatan Laut Rusia itu sejalan dengan semangat membangun jembatan, memperkuat hubungan dan memperdalam kerja sama.
Senada dengan Laksamana Muda Evgeny Myasoedov, Duta Besar Rusia untuk Indonesia, Sergei Tolchenov, mengaku negaranya mengembangkan angkatan laut untuk menjamin pertahanan negaranya serta mendorong kerja sama yang bersahabat dengan negara sahabat.
"Kami mengembangkan Angkatan Laut Rusia bukan untuk melawan negara mana pun, bukan pula untuk terlibat dalam kompetisi atau perlombaan senjata di kawasan Pasifik ini, melainkan untuk menjamin pertahanan negara kami-Federasi Rusia-serta mendorong kerja sama yang bersahabat dengan para sahabat kami," ujar Tolchenov.
Latihan maritim bersama
Tolchenov menyebut latihan maritim bersama dapat menjadi upaya untuk meningkatkan saling pengertian, mencegah insiden di laut, dan menunjukkan bahwa Rusia siap menjamin keamanannya dengan kekuatan sendiri.
Dubes Rusia itu mengatakan bahwa latihan Komodo edisi keempat telah diadakan di Bali pada 2025, dan edisi kelima diperkirakan akan berlangsung di Indonesia tahun depan.
Jika Angkatan Laut Rusia diundang, katanya, kapal armada Pasifik Rusia akan datang dengan misi persahabatan.
Detasemen kapal Armada Pasifik Rusia tersebut memulai perjalanan dari Vladivostok, Rusia, ke Jakarta, Indonesia, selama sekitar 20 hari. Setelah kunjungan ke Indonesia, mereka akan melanjutkan perjalanan ke George Town di negeri jiran, Malaysia.
(antara/kid)

54 menit yang lalu
2






English (US) ·
Indonesian (ID) ·