Anggaran MBG Tembus Rp153,2 Triliun hingga Akhir September 2026

4 jam yang lalu 3

Jakarta, NU Online

Menteri Keuangan (Menkeu) Suahasil Nazara melaporkan bahwa Program Makan Bergizi Gratis (MBG) telah menjangkau 57 juta penerima hingga akhir September 2026, dengan realisasi anggaran mencapai Rp153,2 triliun.

Selain itu, ia mengapresiasi berbagai perbaikan yang dilakukan Badan Gizi Nasional (BGN), termasuk penertiban operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Hal itu disampaikannya dalam konferensi pers APBN Kita di Kantor Kementerian Keuangan (Kemenkeu), Jakarta Pusat, Jumat (9/10/2026).

"Kami mengapresiasi berbagai macam perbaikan yang telah dijalankan oleh Badan Gizi Nasional sehingga sekarang lebih tertib, pakai sertifikat, ada yang ditutup, SPPG yang enggak benar ditutup, tapi ada juga yang dibuka lagi," jelasnya.

Ia menegaskan bahwa perbaikan tersebut penting untuk memastikan program MBG menjangkau penerima manfaat secara tepat sasaran dan berjalan optimal, khususnya bagi anak-anak sekolah.

"Memang tujuan kita adalah melayani seluruh masyarakat, anak sekolah yang memang seyogianya kita berikan Makan Bergizi Gratis sehingga dengan demikian penerima manfaatnya lebih tepat sasaran, BGN membuat distribusi Bergizi Gratisnya optimal," ungkapnya.

Menkeu juga memahami upaya BGN yang terus melakukan pembenahan. Ia menyatakan bahwa anggaran program akan disesuaikan dengan kebutuhan dan pemerintah akan menyediakan dana sesuai keperluan.

"Ini bagus sehingga nanti anggarannya itu menyesuaikan berapa yang nanti diperlukan dan akan kita sediakan," tegasnya.

Selain itu, Suahasil Nazara mengatakan bahwa pendapatan negara hingga 30 September 2026 mencapai Rp2.341,5 triliun atau 74,2 persen dari target APBN. Capaian tersebut tumbuh 25,5 persen secara tahunan.

“Kita tahu kalau akhir September itu berarti 3/4 tahun. 3/4 itu sekitar 75 persen. Jadi kalau pendapatan negara sudah terkumpul 74 persen, ini on track,” jelasnya.

Suahasil Nazara juga mengatakan bahwa penerimaan pajak hingga 30 September 2026 mencapai Rp1.607,6 triliun atau 68,2 persen dari target APBN. Angka tersebut tumbuh 24,1 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Capaian ini meningkat dari Rp1.295,3 triliun pada September 2025, yang mengalami kontraksi 4,4 persen secara tahunan.

Menurutnya, penerimaan pajak terus tumbuh seiring dengan aktivitas ekonomi dan penerapan Coretax. Pertumbuhan tersebut ditopang oleh kenaikan Pajak Penghasilan (PPh) nonmigas dan PPh migas, serta peningkatan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dan Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) yang didorong oleh konsumsi domestik dan daya beli masyarakat.

Baca Artikel Selengkapnya