Jakarta (ANTARA) - Asian Development Bank (ADB) dan PT Bank SMBC Indonesia Tbk. (Bank SMBC Indonesia) menandatangani perjanjian kerja sama untuk memperluas akses pembiayaan bagi dunia usaha di Indonesia, terutama usaha kecil dan menengah (UKM).
“Kemitraan ini bertujuan membantu dunia usaha di Indonesia tumbuh dengan lebih percaya diri,” kata Kepala Perwakilan ADB untuk Indonesia Bobur Alimov dalam keterangan tertulis di Jakarta, Kamis.
Dengan meningkatkan ketersediaan modal kerja, kata dia, kemitraan ini akan membantu dunia usaha tumbuh, menciptakan lapangan kerja, memperkuat rantai pasok, serta mendukung pembangunan ekonomi dan ketahanan Indonesia.
Keterbatasan akses pembiayaan disebut masih menjadi tantangan besar bagi banyak UKM.
Melalui peningkatan akses terhadap modal kerja, kemitraan ini diharapkan dapat membantu UKM mengelola operasional, memenuhi permintaan yang meningkat, memperkuat peran mereka dalam rantai pasok, serta menghadapi tantangan yang masih berlangsung, seperti gangguan rantai pasok, tingginya biaya pembiayaan, dan terbatasnya akses kredit.
“Banyak UKM memiliki potensi untuk berkembang, tetapi belum memiliki modal kerja yang dibutuhkan untuk memanfaatkan peluang baru dan menghadapi berbagai tantangan. Dengan memperluas akses pembiayaan, kita dapat membantu dunia usaha membangun ketahanan, memperkuat perannya dalam rantai pasok, dan tumbuh secara berkelanjutan,” ujar Bobur menambahkan.
Adapun bagi Bank SMBC Indonesia, perjanjian ini dikatakan dapat memperluas pembiayaan bagi pemasok dan distributor di seluruh Indonesia melalui skema berbagi sebagian risiko keuangan dengan ADB.
Skema tersebut meningkatkan akses modal kerja bagi dunia usaha yang terlibat dalam rantai nilai domestik dan internasional.
Sebagai kemitraan berbagi risiko pertama dengan bank lokal di Indonesia, ADB menilai perjanjian ini menjadi langkah penting untuk memperluas pembiayaan rantai pasok dan menjangkau pasar serta mitra baru melalui Trade and Supply Chain Finance Program (TSCFP) ADB.
“Kami berharap kerja sama ini dapat membuka jalan bagi kemitraan serupa yang memberi manfaat bagi lebih banyak dunia usaha di seluruh Indonesia,” tuturnya.
Baca juga: Tiga platform hadirkan solusi pendanaan cepat dan fleksibel bagi UKM
Baca juga: BSI: Pembiayaan UKM tumbuh 13,67 persen capai Rp25,69 T per April 2026
Baca juga: Pemerintah dorong alokasi kredit UMKM naik jadi Rp2.000 triliun
Pewarta: Imamatul Silfia
Editor: Faisal Yunianto
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.







English (US) ·
Indonesian (ID) ·