Jakarta, CNN Indonesia --
Presiden China Xi Jinping terbang dari Beijing ke Washington D.C, Amerika Serikat, pada Rabu (23/9), untuk menggelar pertemuan bilateral dengan Presiden Donald Trump.
Pertemuan dua presiden yang ditunggu-tunggu ini berlangsung kala relasi AS-China naik turun terutama soal tarif perdagangan hingga perlombaan teknologi kecerdasan buatan (artificial intelligence).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Presiden Xi terbang meninggalkan Beijing menggunaan pesawat khusus, ditemani istrinya, Peng Liyuan, dan delegasi antara lain tangan kanannya Cai Qi, dan Menteri Luar Negeri Wang Yi," bunyi laporan lembaga penyiaran China, CCTV, seperti dikutip AFP.
Trump dijadwalkan menyambut langsung ketibaan Xi Jinping di Pangkalan Udara Joint Base Andrews, Washington. Keduanya akan menggelar pertemuan utama pada Kamis (24/9) waktu AS di Gedung Putih.
Xi dan Peng akan menghadiri upacara di Gedung Putih pada Kamis pagi, yang akan mencakup atraksi terbang lintas pesawat militer.
Kedua presiden dijadwalkan mengadakan pembicaraan, dan Trump akan menjamu Xi dalam jamuan makan malam kenegaraan di Gedung Putih pada Kamis malam.
Kunjungan tersebut akan berakhir pada Jumat pagi. Kedua pasangan kepala negara akan minum teh bersama di Gedung Putih, kemudian mengunjungi National Archives untuk menutup rangkaian kunjungan tersebut.
Meski sedang berada di AS, Xi Jinping absen dalam Sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
Kunjungan Xi ke AS ini bak kunjungan balasan setelah Trump lebih dulu menemuinya di Beijing pada Mei 2026 lalu.
(rds/bac)

47 menit yang lalu
1





English (US) ·
Indonesian (ID) ·